Diselamatkan Damai Dagang, Wall Street Bakal Dibuka Menguat

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
16 April 2019 18:06
Diselamatkan Damai Dagang, Wall Street Bakal Dibuka Menguat Foto: Bursa New York (AP Photo/Richard Drew))
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Wall Street AS diprediksi dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (16/4/2019).

Kontrak futures indeks Dow Jones dan S&P 500 yang menjadi acuan pre-market mengimplikasikan kenaikan masing-masing sebesar 92 dan 9 poin, sementara indeks Nasdaq Composite diimplikasikan naik sebesar 30 poin.

Damai dagang AS-China yang kian dekat hadir sebagai penyelamat bagi bursa saham AS. Mengutip Reuters, dua orang sumber mengungkapkan bahwa Washington telah melunak dan bersedia mengurangi tuntutannya kepada Beijing.


AS melunak dalam hal kebijakan subsidi yang diberikan oleh China kepada perusahaan milik negara.

Sepertinya AS tidak akan banyak protes soal kebijakan ini dan memilih fokus ke isu krusial lain yaitu penghapusan kewajiban transfer teknologi bagi perusahaan asing yang berinvestasi di China, perlindungan terhadap hak atas kekayaan intelektual, dan perluasan akses bagi perusahaan asal AS ke pasar China.


Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin juga mengatakan bahwa AS dan China telah membuat kemajuan lebih lanjut dalam negosiasi dagang.

"Saya berharap kami semakin dekat ke putaran final menuju kesepakatan. Kami membuat kemajuan, tetapi saya ingin hati-hati karena ini bukan negosiasi publik. Ini adalah perjanjian yang sangat-sangat detil, mencakup hal yang belum pernah dibahas sebelumnya," papar Mnuchin, mengutip Reuters.

Mnuchin bahkan memberi bocoran bahwa kesepakatan damai dagang AS-China akan berisi 7 bab. "Ini akan menjadi perubahan paling signifikan dalam hubungan AS-China selama 40 tahun terakhir," tegasnya.

Jika kesepakatan dagang bisa dicapai, terutama jika pengenaan bea masuk ikut dicabut, tentu perekonomian AS dan China bisa dipacu untuk melaju lebih kencang.

Di sisi lain, sentimen negatif bagi bursa saham AS datang dari rilis kinerja keuangan Goldman Sachs yang mengecewakan.

Pada kuartal I-2019, Goldman Sachs membukukan pendapatan senilai US$ 8,81 miliar atau sekitar Rp 123 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$), di bawah konsensus yang dihimpun Reuters senilai US$ 8,99 miliar.

Sementara laba per saham Goldman Sachs berada di angka US$ 5,71, turun lumayan jauh dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang senilai US$ 6,95. Kinerja Goldman Sachs yang lesu ini membuat harga sahamnya amblas 3,81% pada perdagangan kemarin (16/4/2019).

Mengecewakannya kinerja keuangan Goldman Sachs jelas membawa implikasi yang lebih besar bagi pasar saham AS. Mengingat posisi Goldman Sachs yang merupakan bank terbesar ke-5 di AS, lesunya kinerja keuangan Goldman Sachs lantas memberikan indikasi bahwa perekonomian AS sedang berada dalam tekanan yang signifikan.

Melansir publikasi "Biggest Banks In The World 2018" yang dipublikasikan oleh Global Finance, Goldman Sachs memiliki total aset senilai US$ 916,8 miliar.

Pada pukul 20:15 WIB, data pertumbuhan produksi industri periode Maret 2019 akan dirilis.

Tidak ada anggota FOMC (komite bank sentral AS, The Fed) yang dijadwalkan berbicara pada hari ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(ank/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading