Siap-Siap! MYRX Akan Rights Issue Hingga Rp 8,7 T

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
16 April 2019 17:16
Siap-Siap! MYRX Akan Rights Issue Hingga Rp 8,7 T
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Hanson International Tbk (MYRX) akan kembali menggalang dana segar melalui Penawaran Umum Terbatas IV (PUT IV), dengan total perolehan dana maksimal Rp 8,78 triliun.

PUT IV menggunakan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD), dengan menawarkan 87,82 miliar unit saham seri C yang memiliki nominal Rp 22/unit dengan harga pelaksanaan Rp 100/unit.

Setiap pemegang saham yang tercatat oleh perusahaan per 27 Juni 2019 pukul 16:00 WIB berhak atas satu HMETD, yang nantinya akan memberi hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru MYRX.


HMETD hasil PUT IV akan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai 26 Juni 2019 dan berakhir 9 Juli 2019.Pada PUT IV kali ini tidak ada pembeli siaga.

Jadi apabila saham yang ditawarkan tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD, hak tersebut akan dialokasikan kepada pemegang HMETD yang memesan lebih dari haknya.

Perlu dicatat, pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dapat mengalami penurunan persentase kepemilikan (dilusi) dalam jumlah yang cukup material yaitu maksimal sebesar 50% (lima puluh perseratus).

Setelah PUT IV selesai, jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh MYRX diproyeksikan akan bertambah dua kali lipat menjadi 175,65 miliar unit saham dengan total nilai nominal mencapai Rp 4,25 triliun. Sebelumnya, total modal yang tercatat di 2018 adalah 87,82 miliar unit saham dengan total nominal Rp 2,32 triliun.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2018, MYRX berhasil mengantongi keuntungan hingga Rp 97,05 miliar, dari yang sebelumnya membukukan rugi bersih Rp 122,66 miliar di 2017.

Pencapaian keuntungan tersebut disokong dari penjualan yang naik 36,83% year-on-year (YOY) menjadi Rp 1,21 triliun. MYRX juga berhasil mengantongi pemasukan lebih besar dari pendapatan operasional lainnya dan pendapatan keuangan dengan nilai masing-masing Rp 20,76 miliar dan Rp 39,17 miliar.

Lebih lanjut, pos pembiayaan pada tahun lalu juga berhasil ditekan, terutama pos beban penjualan yang turun menjadi hanya Rp 27,73 miliar dari sebelumnya Rp 81,84 miliar. (dwa/dwa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading