Sempat Tertunda, 2 Anak Usaha Adhi Karya Siap IPO Tahun Ini

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
15 April 2019 18:56
Sempat Tertunda, 2 Anak Usaha Adhi Karya Siap IPO Tahun Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten konstruksi PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengungkapkan ada dua anak usaha perseroan yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini melalui skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto menjelaskan, dua anak perusahaan itu adalah PT Adhi Persada Gedung (APG) dan PT Adhi Commuter Properti (ACP) yang sama-sama bergerak di bidang konstruksi bangunan.

"Dengan menjadi perusahaan publik, manajemen akan diawasi, jadi ada prinsip kehati-hatian," ungkap Budi Harto, kepada wartawan di Hotel Grandhika, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (15/4/2019).



IPO tersebut bakal dilangsungkan pada semester kedua tahun ini, tapi tetap memperhatikan situasi pasar terlebih dahulu.

"ACP dan APG [siap IPO], tapi kita lagi lihat keadaan market," kata Direktur ADHI, Partha Sarathi, dalam kesempatan yang sama.

Partha menjelaskan, untuk APG, nilai emisi yang ditargetkan dalam gelaran IPO sebesar Rp 1,5 triliun, sedangkan, ACP juga cukup besar yakni mencapai Rp 3 triliun.

Adapun jumlah saham yang akan dilepas kepada publik berkisar 30% dari modal ditempatkan disetor perusahaan.

"Dana yang dihimpun memang cukup besar karena akan dipakai untuk mengembangkan properti dan modal kerja," kata Parha.

Dalam catatan CNBC Indonesia, APG sempat dijadwalkan akan IPO Juli-Agustus tahun ini, sementara ACP akan menyusul pada November mendatang.

ACP akan dikhususkan untuk mencari peluang proyek mengembangkan wilayah yang berdekatan dengan angkutan masal alias transit oriented development (TOD). Sebab, belum lama ini perusahaan juga telah menyuntikkan modal senilai Rp 3 triliun untuk ACP.

Perusahaan ini tengah memulai pemasaran untuk proyek-proyeknya. Beberapa proyek lainnya juga saat ini dalam proses pengembangan dan perizinan.

Rencana IPO dua anak usaha ADHI ini tertunda dari tahun lalu di tengah kondisi pasar modal yang kurang positif setelah kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terburuk dalam 3 tahun terakhir setelah minus 2,54%, padahal tahun 2017 dan 2016 IHSG masih memberikan return 19,99% dan 15,32%. (tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading