Debat Pamungkas

Mohon Maaf Pak Kyai, Sukuk RI Terbesar Dunia dari Sisi Mana?

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
14 April 2019 21:16
Mohon Maaf Pak Kyai, Sukuk RI Terbesar Dunia dari Sisi Mana? Foto: CNBC Indonesia TV
Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam laga debat kelima pasangan calon presiden (capres) kemarin, Sabtu (13/4/2019), calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyatakan jika Indonesia merupakan negara penerbit sukuk terbesar di dunia. Benarkah?

Kala itu, ulama berusia 76 tahun ini tengah "memamerkan" besarnya pasar dan perkembangan industri keuangan Syariah di Indonesia, sehingga saat ini "produk sukuk" Tanah Air sudah menjadi unggulan di seluruh dunia.

"Sebenarnya sudah kita bangun untuk ekonomi syariah dan produk halal. Sudah berhasil. Produk sukuk kita itu terbesar di dunia, maka itu kita bisa perkuat perbankan kita supaya bisa lebih besar," katanya dalam debat kelima capres-cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).


Namun sayangnya, tidak ada elaborasi mengenai apa yang dimaksud oleh Kyai Maruf. Apakah terbesar dari sisi pangsa pasar (market share), dari sisi nilai emisi sebuah sukuk, ataukah dari sisi total nilai sukuk yang beredar (outstanding).


Berikut ini ulasan Tim Riset CNBC Indonesia untuk menemukan apakah yang dimaksud tersebut sesuai dengan realitas ataukah pernyataan yang kurang berdasar karena informasi atau pasokan data yang tidak valid.

Menurut laporan RAM Ratings berjudul Sukuk Snapshot (dirilis pada Februari 2019), Malaysia saat ini menjadi penguasa pasar terbesar sukuk di dunia, dengan nilai US$32,8 miliar. Ini setara dengan 34,7% dari pasar sukuk dunia yang bernilai US$94,4 miliar pada tahun lalu.

Posisi kedua ditempati Arab Saudi dengan pasar sukuk sebesar US$21,4 miliar dan Indonesia berada di posisi ketiga dengan nilai pasar sukuk US$15,5 miliar. Dengan kata lain, pernyataan Kyai Maruf tidak berlandasan sama sekali jika yang dimaksud adalah "terbesar dari sisi pangsa pasar".

Namun jika yang dimaksud adalah terbesar dari outstanding sukuk negara, maka mohon maaf. Lagi-lagi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini keliru. Menurut perusahaan pemeringkat Moody's Investor Service, nilai outstanding sukuk negara (sovereign sukuk) Indonesia adalah US$40 miliar.

Indonesia bersaing dengan Arab Saudi yang juga memiliki outstanding sukuk negara dengan angka yang sama. Jika sukuk negara Indonesia dan Saudi digabung, nilainya masih kalah dari nilai outstanding sukuk negara di Malaysia yang telah mencapai US$84 miliar.

Mohon Maaf Pak Kyai. Sukuk RI Terbesar Dunia dari Sisi Mana?Foto: Sumber: Moody's


Lalu, jika yang dimaksud adalah terbesar dari sisi nilai emisi, lagi-lagi pernyataan tersebut tidak tepat karena sejauh ini Arab Saudi masih menjadi pemegang rekor nilai emisi sukuk yang terbesar, yakni US$9 miliar dalam sekali emisi.

Reuters melaporkan surat berharga Syariah yang diterbitkan Negara Monarki tersebut direalisasikan pada Rabu 12 April 2017, yang merupakan debut emisi sukuk negeri dengan dua kota suci umat Islam tersebut.

Sukuk tersebut menawarkan kupon sebesar 2,894% untuk seri pertama yang berjatuh tempo 5 tahun, dan kupon sebesar 3,628% untuk seri kedua yang memiliki umur 10 tahun. Lucunya, surat utang yang mengacu pada prinsip Syariah tersebut diterbitkan di bursa Irlandia.

Sementara itu, rekor nilai sukuk terbesar di Indonesia hanyalah US$1,25 miliar atau berkali-kali lipat lebih kecil dibandingkan dengan sukuk Arab Saudi tersebut. Bedanya, sukuk tersebut diterbitkan dengan skema green bond di mana dana perolehannya dipakai untuk membiayai program berwawasan lingkungan.

Nah, jika yang dimaksud Maruf Amin adalah sukuk hijau, barulah dia ada benarnya. Emisi sukuk green bond kita pada Maret tahun lalu bahkan dipuji UNDP sebagai contoh emisi surat utang yang ideal untuk membangun program berwawasan lingkungan.



Sejauh ini, menurut catatan Tim Riset CNBC Indonesia, green sukuk Indonesia ini lebih unggul dari green sukuk terbesar yang diterbitkan oleh Malaysia yakni senilai US$490 juta. Emisi sukuk hijau ini dilakukan oleh PNB Merdeka Ventures Sdn Bhd untuk membangun Gedung PNB118 Tower, yang diprediksi menjadi gedung tertinggi ketiga di dunia.

Apapun yang dimaksud, sebaiknya kita tak berbangga diri terlebih dahulu. Saat ini, pasar sukuk Indonesia lagi sepi peminat, terlihat dari emisi sukuk negara senilai Rp 4,8 triliun baru-baru ini. Nilai itu jauh di bawah target indikatif pemerintah senilai Rp 6 triliun yang mengindikasikan tidak optimalnya permintaan dari pelaku pasar.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading