Internasional

Meski Dovish, The Fed Masih Bisa Naikkan Bunga di 2019!

Market - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
11 April 2019 07:15
The Fed masih membuka ruang bagi kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Funds Rate sebelum akhir tahun bila kondisi perekonomian membaik.
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve merilis risalah pertemuan penentuan kebijakan moneternya di bulan Maret, Rabu (10/4/2019).

The Fed saat itu menahan suku bunga acuannya di kisaran 2,25%-2,5% serta memberi sinyal tidak akan ada kenaikan lagi di sepanjang tahun ini.

Namun, risalah rapat yang dirilis Rabu itu menunjukkan bahwa bank sentral AS masih membuka ruang bagi kemungkinanĀ kenaikan suku bunga Federal Funds Rate sebelum akhir tahun bila kondisi perekonomian membaik.


"Beberapa partisipan mencatat bahwa pandangan mereka terhadap kisaran Federal Funds Rate yang sesuai dapat berubah berdasarkan data yang masuk dan perkembangan lainnya," tulis risalah itu, dilansir dari CNBC International.


"Beberapa partisipan mengindikasikan bila ekonomi bergerak ke arah yang saat ini mereka harapkan, dengan pertumbuhan ekonomi di atas tren jangka lebih panjangnya, mereka sepertinya akan memutuskan bahwa wajar untuk kembali sedikit menaikkan kisaran target Federal Funds Rate tahun ini."

Pasar futures saat ini menunjukkan bahwa pasar tidak mengharapkan adanya kenaikan suku bunga lagi, Bahkan, ada 55% peluang The Fed mungkin memangkas suku bunganya.

Meski masih membuka peluang kenaikan bunga acuan, risalah rapat tersebut menunjukkan Jerome Powell dan koleganya sepertinya tetap akan menahan diri di sepanjang 2019.

Meski Dovish, The Fed Masih Bisa Naikkan Bunga di 2019!Foto: Gubernur bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve, Jerome Powell (REUTERS/Leah Millis)

"Terkait proyeksi kebijakan moneter setelah rapat ini, mayoritas partisipan memperkirakan evolusi proyeksi ekonomi dan risiko terhadapnya sepertinya akan mendukung langkah untuk menahan kisaran target suku bunga tidak berubah sepanjang tahun ini," menurut risalah rapat tersebut, dilansir dari CNBC International.

Data-data belanja konsumen dan perumahan yang melambat, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lemah, dan rendahnya tekanan inflasi di AS telah memaksa bank sentral itu untuk menahan suku bunga acuannya Federal Funds Rate.


Dalam pertemuan di Maret itu, para partisipan Federal Open Market Committee (FOMC) mencatat lemahnya data-data ekonomi di awal 2019. Mereka terutama mengutip pengeluaran perumahan dan investasi bisnis sebagai indikator yang menahan laju pertumbuhan ekonomi.

Meski begitu, The Fed tetap memperkirakan perekonomian AS akan kembali menguat di kuartal kedua.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading