PP Properti Garap 3 Apartemen Rp 1,2 T, Dananya dari Mana?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
10 April 2019 14:33
PP Properti Garap 3 Apartemen Rp 1,2 T, Dananya dari Mana?
Jakarta, CNBC Indonesia - PT PP Properti Tbk (PPRO) akan menggarap tiga proyek apartemen baru dengan nilai mencapai Rp 1,2 triliun pada tahun ini. Ketiga apartemen baru ini berlokasi di Cibubur, Surabaya, dan Yogyakarta.

Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat mengatakan pembangunan apartemen dilakukan dengan strategi menggandeng pihak ketiga sehingga biaya pembangunan bisa ditekan. Salah satu biaya yang bisa diefisienkan yakni biaya penambahan lahan.

"Untuk di Yogyakarta nanti akan bekerjasama dengan koperasi dari universitas di wilayah Babarsari, ini untuk pembangunan tower keduanya," kata Taufik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Graha Subyanto, Jakarta, Rabu (10/4/2019).



Dia memaparkan, saat ini perusahaan memiliki total lahan seluas 300 hektare yang belum semuanya digarap sehingga perseroan masih akan fokus meningkatkan pendapatan berulang (recurring income) yang ditargetkan bisa mencapai 9%-12% di tahun ini.

Saat ini porsi recurring income PPRO masih sebesar 8%-9%.

"Strategi bisnis untuk mengembangkan landbank [cadangan lahan] yang sudah dimiliki. Landbank saat ini 300 ha, fokusnya develop yang sudah ada. Kalau tambah landbank sifatnya kerja sama," jelas dia.

Tahun ini, anak usaha PT PP Tbk (PTPP) ini akan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 1,1 triliun-Rp 1,3 triliun.

Dana tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan pembangunan beberapa proyek yang sedang berjalan saat ini dan pembayaran pembelian lahan.

Sumber dana capex akan berasal dari kas internal perusahaan dengan porsi 30%, sisanya akan diambil dari pembiayaan eksternal lewat penerbitan obligasi dan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN).

Dalam kesempatan tersebut, Direktur PP Properti Indaryanto menambahkan saat ini perusahaan masih memiliki plafon obligasi senilai Rp 600 miliar dari jatah Penawaran Umum Berkelanjutan I senilai Rp 2 triliun.

Tahun lalu perusahaan telah menerbitkan Rp 600 miliar dan dilanjutkan tahap berikutnya senilai Rp 800 miliar di awal tahun ini. Penerbitan obligasi ini akan direalisasikan setelah momen Pilpres 2019.

Tahun lalu perusahaan mengantongi laba yang tumbuh hingga 5,97% menjadi Rp 471,257 miliar, dari tahun 2017 sebesar Rp 444,67 miliar.

Namun, pendapatan PPRO malah menyusut 5,63% menjadi Rp 2,55 triliun dari pendapatan di akhir 2017 yang sebesar Rp 2,70 triliun.
(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading