Di New York, Sri Mulyani Ungkap Pihak yang Ingin Rupiah Lemah

Market - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
10 April 2019 13:54
Di New York, Sri Mulyani Ungkap Pihak yang Ingin Rupiah Lemah
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memamerkan berbagai capaian indikator perekonomian Indonesia yang disebutnya sehat, saat berbicara di hadapan 150 mahasiswa Indonesia di Columbia University, New York, Amerika Serikat (AS).

Dalam paparannya, ia mengatakan pemerintah Indonesia telah mampu mengelola perekonomian dengan cukup baik saat berbagai krisis dan tantangan global menghadang dalam beberapa tahun terakhir.


"Kami membuat penyesuaian kebijakan bersama BI (Bank Indonesia). Kami berkomunikasi dengan pasar, bahwa di tengah gejolak ini kami akan mempertahankan stabilitas walaupun itu berarti mengorbankan pertumbuhan," ujarnya, Selasa (9/4/2019) waktu setempat.


"Kami (pemerintah) melakukan belanja yang selektif, yang tidak prioritas kami tunda demi menciptakan keyakinan yang lebih baik dalam neraca eksternal," tambahnya.

Namun, di tengah penyesuaian kebijakan termasuk pengetatan kebijakan moneter bank sentral, Indonesia tetap mampu tumbuh dengan momentum yang kuat, kata Sri Mulyani.

Show Off Sri Mulyani di New York: Inflasi Rendah & PDB StabilFoto: Menteri Keuangan Sri Mulyani saat berdiskusi dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2019. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,17% di 2018 atau tertinggi dalam lima tahun terakhir. Laju pertumbuhan itu didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan pulihnya ekspor, kata mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu.

"Untuk mempertahankan pertumbuhan di tengah kebijakan moneter yang ketat, suku bunga yang naik, itu menunjukkan daya tahan ekonomi kami," tegasnya.

Ia juga mengutip rendahnya inflasi Indonesia yang hanya 3% dibandingkan rata-rata di atas 6% dalam beberapa tahun sebelumnya.



Depresiasi rupiah sebagai akibat normalisasi kebijakan moneter di AS disebutnya masih lebih baik dibandingkan negara-negara lain.

"Ketika bicara dengan para pemegang obligasi (Indonesia) di sini, mereka bahkan kecewa karena mereka ingin rupiah lebih lemah lagi," ujar Sri Mulyani yang disambut tawa para hadirin.

"Namun, bagi Anda, bagi banyak orang Indonesia dan keluarga Anda di sana, tentu mereka ingin rupiah lebih kuat lagi." (wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading