Cadangan Menipis, Harga CPO Berpotensi Menguat

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
09 April 2019 09:04
Cadangan Menipis, Harga CPO Berpotensi Menguat
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berjangka kontrak Juni ditutup melemah hingga 1,08% ke posisi MYR 2.200/ton pada perdagangan Senin (8/4/2019) kemarin. Pelemahan harga terjadi setelah lima hari perdagangan berturut-turut ditutup di zona hijau.

Harga minyak kedelai di bursa Chicago yang turun kemarin menjadi salah satu penyebab melemahnya harga CPO. Pasalnya minyak kedelai merupakan produk substitusi minyak sawit. Membuat harganya akan saling mempengaruhi.




Selain itu investor juga mulai tergoda untuk mengamankan keuntungan. Maklum, pada akhir pekan lalu harga CPO sudah naik sebesar 5,6% secara mingguan.

Kini pelaku pasar masih menantikan data perkembangan produksi, ekspor, dan stok minyak sawit Malaysia yang akan dirilis oleh Malaysia Palm Oil Board (MPOB) pada hari Rabu (10/4/2019).

Data tersebut akan menjawab harapan pelaku pasar akan turunnya stok sawit yang masih membebani keseimbangan fundamental (pasokan-permintaan).

Konsensus yang dihimpun oleh Reuters memprediksi stok minyak sawit Malaysia pada bulan Maret akan turun sebesar 6,4% menjadi 2,85 juta ton dibanding bulan Februari yang sebesar 3,05 juta ton.

Perkiraan tersebut berdasarkan survei yang dilakukan kepada beberapa pelaku industri seperti petani, pialang, dan analis.

Bila stok bisa berkurang sesuai dengan proyeksi, atau bahkan lebih dalam, maka harga CPO berpeluang meroket.

Selain itu, harga minyak bumi yang naik hingga 2% pada perdagangan kemarin juga memiliki potensi untuk mendorong harga CPO.

Itu bisa terjadi karena CPO merupakan salah satu bahan baku biodiesel yang menjadi substitusi dari solar konvensional.

TIM RISET CNBC INDONESIA (taa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading