Rugi, Dalam 3 Bulan DPK Bank Yudha Bhakti Anjlok Rp 280 M

Market - Roy Franedya, CNBC Indonesia
05 April 2019 20:00
Rugi, Dalam 3 Bulan DPK Bank Yudha Bhakti Anjlok Rp 280 M
Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja keuangan PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB) mendapat sorotan dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, hanya dalam satu kuartal kinerja keuangannya berubah drastis dari laba jadi rugi.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal IV-2018, Bank Yudha Bhakti mencatatkan kerugian bersih Rp 136,66 miliar. Padahal pada kuartal III-2018 Bank Yudha Bhakti mencatatkan laba bersih Rp 48,66 miliar. Akhir tahun 2017 Perusahaan mencatatkan laba bersih Rp 22,62 miliar.


Fakta lain yang terungkap adalah penurunan dana pihak ketiga (DPK). Jika pada kuartal III-2018 total DPK yang dihimpun Rp 3,94 triliun, pada kuartal IV-2018 DPK jadi Rp 3,66 triliun. Artinya, DPK turun Rp 280 miliar dalam tiga bulan.


Adapun asetnya turun dari menjadi Rp 4,533 triliun dari Rp 4,886 triliun. Artinya, aset turun 6,82% dalam tiga bulan. Begitu pula penyaluran kredit turun dari Rp 4,02 triliun menjadi Rp 3,94 triliun.

Pada akhir Desember 2018, Bank Yudha Bhakti mencatatkan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross sebesar 15,75%. Adapun NPL nett 9,92%. Angka ini lebih tinggi dari batas maksimal yang ditentukan OJK 5%.

Bank ini juga mencatatkan ratio pendanaan terhadap kredit (loan to funding ratio/LFR) sebesar 107,66%. Hal ini mencerminkan sebagian penyaluran kredit tidak menggunakan dana pihak ketiga (DPK).

Asal tahu saja, pada awal pertengahan Maret lalu, Bank Yudha Bhakti mengumumkan investor baru bernama Akulaku. Startup jasa keuangan ini menyuntikkan modal Rp 500 miliar. Akulaku akan memiliki 8,9% saham Bank Yudha Bhakti. Gozco Capital 33,26%, Asabri 23,89% dan sisanya publik.

Simak video strategi Bank Yudha Bhakti setelah disuntik Akulaku di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading