Internasional

Saudi Aramco Bersiap Terbitkan Global Bond Rp 142 Triliun

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
02 April 2019 12:48
Saudi Aramco Bersiap Terbitkan Global Bond Rp 142 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - Saudi Aramco, raksasa produsen minyak dunia, telah mendapat peringkat A+ dari Fitch untuk peringkat kredit pertamanya.

Pencapaian menakjubkan itu didapat jelang rencana perusahaan menjual obligasi global (global bond) dan setelah mencatatkan pendapatan 2018 yang mencengangkan dibandingkan perusahaan minyak internasional lainnya.

Aramco menghasilkan laba sebelum bunga, pajak, dan depresiasi (EBITDA) sebesar US$ 224 miliar pada tahun 2018, kata Fitch pada hari Senin (1/4/2019), melampaui laba ExxonMobil, perusahaan minyak terbesar di dunia yang telah listing di pasar saham.

Aramco bermaksud untuk menerbitkan obligasi berdenominasi dolar AS pertamanya, yang diperkirakan bernilai setidaknya US$ 10 miliar (hampir Rp 142 triliun), pada kuartal kedua. Langkah ini bertujuan untuk membantu membiayai akuisisi sahamnya di Saudi Basic Industries Corp (SABIC), pembuat petrokimia terbesar keempat di dunia.



Produsen minyak Saudi itu juga diperkirakan akan mulai bertemu dengan investor obligasi minggu ini, kata beberapa sumber yang mengetahui hal ini kepada Reuters, Kamis.

Pekan lalu, Aramco mengatakan akan membeli 70% saham SABIC dari dana kekayaan kerajaan itu seharga US$ 69,1 miliar. Jika terjadi, itu akan jadi salah satu kesepakatan terbesar di industri kimia global, mengutip CNBC International.

Fitch juga melaporkan bahwa pada akhir 2018, saldo kas Aramco melebihi utang neracanya.

"Kami memproyeksikan leverage Saudi Aramco akan tetap rendah, bahkan setelah akuisisi SABIC yang baru-baru ini diumumkan, yang kami perkirakan sebagian besar didanai dari aliran kas bebas perusahaan (FCF)," kata Fitch.


Saudi Aramco Bersiap Terbitkan Global Bond Rp 142 TriliunFoto: Infografis/Peringkat Teratas Negara Penghasil Minyak Dunia/Arie Pratama

Peringkat kredit itu memungkinkan investor untuk membandingkan dan menilai kualitas kredit penerbit obligasi dan surat berharga mereka, dan penting dalam menentukan berapa banyak peminjam harus membayar.

Aramco berharap dapat mengejar peringkat Exxon dan Royal Dutch Shell, kata beberapa sumber yang akrab dengan masalah ini kepada Reuters. Exxon diberi peringkat triple-A oleh Moody's dan AA + oleh saingannya S&P, membuatnya setara dengan peringkat Amerika Serikat (AS).

Sebagai bisnis mandiri, Aramco dapat melebihi rekan internasionalnya, tetapi sebagian besar asetnya ada di Arab Saudi dan sangat terkait dengan kebijakan ekonomi Arab Saudi.

Perusahaan minyak nasional pada umumnya memiliki peringkat yang sama atau sedikit lebih rendah dari peringkat pemerintah mereka.

"Peringkat Saudi Aramco dibatasi oleh peringkat Arab Saudi (A + / Stabil). Ini mencerminkan pengaruh negara terhadap perusahaan melalui pajak dan dividen, serta mengatur tingkat produksi sesuai dengan komitmen OPEC," kata Fitch.

Lembaga pemeringkat itu mengatakan pihaknya menetapkan "profil kredit mandiri Saudi Aramco di "AA +'".

Namun, Aramco "kurang terintegrasi ke dalam gas alam dan hilir dibandingkan beberapa perusahaan internasional lainnya, seperti Shell dan Total. Hal itu membuatnya lebih terekspos pada harga minyak meskipun harga telah dikurangi dengan biaya produksi yang rendah, strategi ekspansi hilirnya, dan akuisisi SABIC," kata Fitch.



Aramco sejauh ini masih merupakan perusahaan penghasil minyak terbesar di dunia, mengalahkan rekan-rekan regionalnya seperti Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (ADNOC) dan perusahaan minyak terkemuka yang sudah terdaftar di bursa seperti Shell, Total dan BP, kata Fitch.

"Pada tahun 2018, produksi cairan (Aramco) dan total produksi hidrokarbonnya rata-rata setara dengan 11,6 juta dan 13,6 juta barel minyak per hari," kata Fitch.


Saksikan video mengenai laba Saudi Aramco yang lampaui Apple berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading