Usai Diakuisisi, Bank Yudha Bhakti Bidik 80% Nasabah Akulaku

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
26 March 2019 15:30
Usai Diakuisisi, Bank Yudha Bhakti Bidik 80% Nasabah Akulaku
Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah masuknya Akulaku sebagai pemegang saham, PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB) membidik 80% dari nasabah dari fintech tersebut untuk dikonversi menjadi nasabah perseroan guna meningkatkan besaran dana pihak ketiga.

Direktur Utama Bank Yudha Bhakti, Denny Novisar Mahmuradi mengatakan selama ini perusahaan fokus pada nasabah ritel, terutama pensiunan dan pekerja. Dengan masuknya Akulaku, yang menitikberatkan pada nasabah-nasabah sangat ritel, maka akan mendorong kombinasi segmen bisnis keduanya.

"Akan bertambah [nasabah], karena Akulaku nasabahnya jutaan, segmen mikro sangat kecil, pinjaman antara Rp 500.000-1 juta. Maka kami akan lakukan cross selling," katanya dalam talkshow di CNBC TV Indonesia, Selasa (26/3/2019).



Dengan membidik nasabah dari Akulaku, maka akan meningkatkan jumlah nasabah secara langsung.

"Misalnya ada 1 juta saja rekening di Akulaku, menabung Rp 500.000, [kami] sudah ada Rp 500 miliar. Kami targetkan 80% nasabah Akulaku bisa dikonversi jadi penabung di Yudha Bhakti."

TechinAsia mencatat, Akulaku mengklaim mempunyai sekitar 10 juta nasabah di Indonesia dengan mayoritas berada di pulau Jawa.

Denny Novisar menambahkan tahun ini, Bank Yudha Bhakti akan melakukan transformasi digital. Salah satunya dengan menjalankan program branchless banking atau Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) yang digagas OJK.

Selain itu, perseroan juga menargetkan bisa naik kelas menjadi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) II pada akhir tahun atau paling lambat awal tahun depan. BUKU II adalah bank yang memiliki modal inti antara Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun.

Saat ini Bank Yudha Bhakti masuk dalam bank BUKU I atau bermodal di bawah Rp 1 triliun. Hingga kuartal III-2018, Bank Yudha Bhakti memiliki modal inti Rp 627,42 miliar. 
"Tahun ini kami targetkan laba bersih Rp 140 miliar. Akhir tahun ini atau awal tahun depan kami akan targetkan naik kelas ke BUKU II," ujarnya.

Masuknya Akulaku, katanya, dinilai akan lebih meningkatkan kemampuan perusahaan mengingat Akulaku unggul dalam platform, digitalisasi, big data, dan artificial intelligence.

Akulaku sebelumnya menyuntik BBYB sebesar Rp 500 miliar yang akan digunakan untuk
melakukan terobosan pada penyaluran pinjaman baru. Manajemen Bank Yudha Bhakti mengungkapkan kerja sama tersebut bisa memudahkan masyarakat. Sebab dengan begitu penawaran produk bisa diakses secara online.

Pemegang saham Bank Yudha Bhakti sebelum masuknya Akulaku yakni PT Gozco Capital (42,16%), Asuransi Jiwa Adisaranawhanaartha (5,95%), PT Asabri (23,89%) dan publik (28%).


Simak talkshow lengkap bersama Dirut BBYB di bawah ini.
[Gambas:Video CNBC]


(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading