Tak Punya Fondasi, Harga CPO Amblas Ditekan Berbagai Sentimen

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
25 March 2019 11:08
Tak Punya Fondasi, Harga CPO Amblas Ditekan Berbagai Sentimen
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) kembali amblas pada perdagangan hari Senin ini (25/3/2019).

Hingga pukul 10:30 WIB, harga CPO kontrak acuan Juni di Bursa Derivatives Malaysia Exchange melemah 1,38% ke posisi MYR 2.137/ton (US$ 525,06/ton) setelah terkoreksi 0,23% pada perdagangan akhir pekan lalu (22/3/2019).

Dalam sepekan, harga CPO sudah naik 2% secara point-to-point. Sedangkan sejak awal tahun harga komoditas agrikultur andalan Indonesia ini tercatat menguar 1,23%%.




Harga minyak bumi yang melemah sejak akhir pekan lalu ikut memberi beban pada pergerakan harga CPO.

Sebagai informasi, harga minyak jenis Brent amblas 1,22% pada akhir pekan lalu, dan masih terjun 0,9% pada perdagangan hari ini hingga pukul 10:00 WIB.

Karena minyak sawit merupakan bahan baku produksi biodiesel yang menjadi substitusi dari solar konvensional, maka pergerakan harga minyak juga akan mempengaruhi harga CPO dengan korelasi yang positif.

Selain itu rencana Uni Eropa untuk menghapus penggunaan bahan yang tidak berkelanjutan untuk pembuatan biodiesel juga masih terus memberi tarikan ke bawah pada harga CPO.

Pasalnya pekan lalu, rancangan Undang-Undang baru Uni Eropa memberi label 'tak berkelanjutan' pada minyak sawit.

Memang, penggunaan minyak sawit masih diperbolehkan asalkan ada proses sertifikasi pada produksinya. Tapi tetap saja, batasan non-tarif tersebut akan membuat importir cenderung enggan membeli minyak sawit, dan lebih memilih saingannya seperti minyak kedelai atau rapeseed.

Selain itu, damai dagang Amerika Serikat (AS)-China yang kembali diundur juga membuat CPO sulit untuk melangkah ke atas.

Sebelumnya Bloomberg melaporkan bahwa sejumlah pejabat AS dibuat cemas lantaran China masih tak mau untuk memenuhi permintaan Negeri Paman Sam, seperti yang dilansir dari Reuters.

Menyusul kabar tersebut, Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan, Steven Mnuchin dijadwalkan untuk terbang ke Beijing pada hari Kamis untuk menggelar dialog kembali dengan Wakil Perdana Menteri China, Liu He. Semakin lama kesepakatan dagang ditunda, maka risiko akan semakin besar. 

Bila sampai damai dagang batal, maka ekonomi global akan tenggelam semakin dalam. Alhasil potensi pengurangan permintaan minyak sawit pun meningkat.

TIM RISET CNBC INDONESIA (taa/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading