The Fed Kalem dan Rupiah Kuat, Saatnya BI Turunkan Bunga?

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
21 March 2019 09:42
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menguat. Apakah sudah saatnya bagi BI untuk mulai mengendurkan ikat pinggang?
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat di perdagangan pasar spot hari ini. Apakah sudah saatnya bagi Bank Indonesia (BI) untuk mulai mengendurkan ikat pinggang? 

Pada Kamis (21/3/2019) pukul 09:00 WIB, US$ 1 dibanderol Rp 14.095. Rupiah menguat 0,6% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya. 

Seiring perjalanan pasar, apresiasi rupiah agak berkurang. Pada pukul 09:33 WIB, US$ 1 setara dengan Rp 14.115 di mana rupiah menguat 0,46%. Rupiah masih perkasa, tetapi dolar AS kembali ke kisaran Rp 14.100.


Namun sepertinya jalan rupiah untuk menuju penguatan 5 hari beruntun masih mulus bak jalan di perumahan yang dihuni calon anggota legislatif saat musim kampanye. Penguatan rupiah selama 5 hari beruntun kali terakhir terjadi pada 22-28 Januari. 



Prestasi rupiah tidak berhenti sampai di situ. Apresiasi 0,46% membawa rupiah menjadi mata uang terbaik di Asia. Hampir semua mata uang utama Benua Kuning memang menguat di hadapan dolar AS, tetapi tidak ada yang semantap rupiah. 

Berikut perkembangan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama Asia pada pukul 09:35 WIB: 

 



(BERLANJUT KE HALAMAN 2)

BI Sudah Bisa Turunkan Bunga Acuan?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading