Analisis Teknikal

Besok IHSG Berpotensi Menguat Lagi, Ini Pemicunya

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
20 March 2019 17:56
Besok IHSG Berpotensi Menguat Lagi, Ini Pemicunya
Jakarta,CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mampu beranjak dari zona merah setelah menguat sangat tipis sebesar 0,04% ke level 6.482, pada perdagangan Rabu (20/3/2019). Sektor keuangan yang menguat mampu menyelamatkan IHSG.

Penguatan saham-saham sektor keuangan sebesar 0,29% tersebut salah satunya didorong oleh aksi beli asing (net buy) yang mencapai Rp 260 miliar di pasar reguler.

Adapun tiga saham terbesar yang banyak diburu asing berasal dari perbankan kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV milik pemerintah, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk/BBRI (Rp 307 miliar), PT Bank Negara Indonesia Tbk/BBNI (Rp 71 miliar), dan PT Bank Mandiri Tbk/BMRI (Rp 24 miliar).



Pelaku pasar kini mencermati rapat bank sentral AS, The Federal Reserves atau The Fed (Federal Open Market Committee/FOMC) yang akan digelar nanti malam. FOMC akan memutuskan suku bunga acuannya. The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga yang berpotensi akan diikuti Bank Indonesia (BI) pada Kamis siang.

Asumsi tersebut terlihat dari pergerakan rupiah pada penutupan pasar spot sore yang ditutup menguat terhadap dolar AS. Rupiah terhenti di Rp 14.180/US$ atau menguat 0,32% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya. Penguatan sebesar itu menjadi rupiah sang raja Asia hari ini. 


Secara teknikal, IHSG masih kokoh di jalur kenaikan jangka pendeknya. Hal ini terlihat dari posisinya yang bergerak di atas rata-rata nilainya selama 5 hari (moving average five/MA5).

Jelang FOMC Meeting, IHSG Esok Berpotensi Kembali MenguatSumber: Refinitiv

Pola flat (doji) yang terbentuk pada grafik menunjukkan kelanjutan tren kenaikan jangka pendek IHSG. Terbentuknya doji tersebut dikarenakan posisi penutupan lebih tinggi dari level pembukaannya.

Secara momentum ruang penguatan IHSG esok hari cukup terbuka, dikarenakan belum memasuki level jenuh beli (overbought), mengacu pada indikator teknikal yang mengukur tingkat kejenuhan Relative Streth Index (RSI).

TIM RISET CNBC INDONESIA

(yam/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading