Analisis Teknikal

Asing Keluar Hampir Satu Triliun, IHSG Anjlok 1,16%

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
25 April 2019 18:04
IHSG tenggelam bersama bursa utama Asia lainnya.
Jakarta,CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi sebesar 1,16% ke level 6.372, level terendah dalam enam pekan terakhir, Kamis (25/4/2019). IHSG tenggelam bersama bursa utama Asia lainnya.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,86%, Shanghai China komposit anjlok 2,43%, Kospi Korea Selatan minus 0,45% dan Strait Times Singapura terkoreksi 0,3%.

Dari dalam negeri, kebijakan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan di level 6% tidak mampu mengangkat IHSG, hanya sedikit menahan pelemahan lebih dalam.


Semua sektor terlihat memerah dipimpin sektor konsumer yang melemah 2,15% dan menyumbang 26 poin penurunan. Sektor keuangan yang dihuni banyak emiten berkapitalisasi besar (big caps) juga tidak luput dari aksi jual dengan pelemahan 0,74% dan menyumbang 15 poin pelemahan.

Selain faktor dalam negeri dari drama pemilu yang membosankan, faktor global juga tak kalah pentingnya. Amerika Serikat (AS) sedang berbalas pantun dengan Uni Eropa (UE), AS mengancam akan menerapkan bea masuk untuk importasi produk Uni Eropa senilai US$ 11 miliar.

Tak tinggal diam, UE pun balas menggertak dengan mengeluarkan daftar produk-produk made in the USA senilai US$ 20 miliar yang siap dikenakan bea masuk.

Melihat gejolak yang ada, investor asing hari ini lebih memilih melepas portofolio berisiko seperti saham. Asing mencatatkan jual bersih (net sell) senilai Rp 936 miliar di pasar reguler.

Adapun 4 saham yang paling banyak dilepas asing yakni: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk/BBRI (Rp 257 miliar), PT Bank Central Asia Tbk/BBCA (Rp 147 miliar), PT Bank Negara Indonesia Tbk/BBNI (Rp 110 miliar) PT Gudang garam Tbk/Gudang Garam (Rp 104 miliar).

Secara teknikal, IHSG sedang didera koreksi minor setelah menembus level penahannya (support) pada level 6.400. Pola lilin hitam (black candle) pada grafik membuat IHSG kembali dibayangi penurunan pada perdagangan esok.
Sumber: Refinitiv
Selain itu, dalam jangka pendek IHSG diproyeksikan cenderung tertekan melihat posisinya yang bergerak di bawah rata-rata nilainya dalam lima hari (moving average/MA5).

Ruang pelemahannya sebenarnya cukup terbatas mengingat IHSG sudah memasuki fase jenuh jualnya (oversold), mengacu pada indikator teknikal stochastic slow yang mengukur momentum kejenuhan pasar.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(yam/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading