Mau Trading Euro? Ini Posisi Short dan Long yang Bagus

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
20 March 2019 16:25
Kurs euro terlihat kehilangan momentum penguatan terhadap dolar AS.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kurs euro terlihat kehilangan momentum penguatan terhadap dolar AS. Hingga awal perdagangan sesi Eropa Rabu (20/3/19) pada pukul 15:46 WIB, EUR/USD melemah ke level 1,1337.

Salah satu sentimen negatif yang menekan mata uang Eropa ini ialah data indeks harga produsen atau produser price index (PPI) di Jerman yang dirilis pukul 14:00 WIB dan menunjukkan angka -0,1%.

Angka negatif atau deflasi dari sektor produsen tersebut dapat mengindikasikan lemahnya kenaikan harga atau inflasi di Jerman khususnya dan zona Eropa pada umumnya.


Inflasi yang lemah tersebut menjadi salah satu pertimbangan European Central Bank (ECB) untuk tidak menaikkan suku bunga di tahun ini.


Di sisi lain, pengumuman kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), pada Kamis (21/3/19) pukul 01.00 WIB tetap menjadi fokus utama.

Mengutip Bloomberg, senior ekonom Bloomberg Economic, Yelena Shulyatyeva, mengatakan The Fed kemungkinan akan bersikap dovish alias lebih kalem. Namun The Fed kemungkinan akan tetap membuka peluang kenaikan suku bunga Federal Funds Rate (FFR) satu kali di tahun ini.

Jika analisis Yelena Shulyatyeva benar terjadi, maka sikap The Fed tentu di luar prediksi para pelaku pasar yang melihat The Fed kemungkinan tidak menaikkan FFR tahun ini, bahkan ada kemungkinan akan dipangkas.


Adapun dengan mata uang Asia, nilai tukar euro justru masih mampu mengungguli yen Jepang. Pada pukul 15:46 WIB EUR/JPY menguat di area 126,55.

Penguatan ini tidak lepas dari rilis notulen rapat kebijakan moneter Bank of Japan (BOJ), di mana satu anggota dewan meminta agar BOJ siap untuk bertindak "cepat, fleksibel, dan berani" termasuk dalam menambah stimulus moneter.

Penambahan stimulus moneter secara sederhana dapat diartikan menambah jumlah uang yang beredar di pasar, sehingga akan menurunkan nilai tukar mata uang.

Analisis Teknikal EUR/USD

Mau Trading Euro? Ini Posisi Short dan Long Yang BagusFoto: Grafik EUR/USD                                                                                 Sumber: MetaTrader 5

Aksi profit taking kemungkinan juga menjadi pemicu pelemahan euro. Hingga Selasa kemarin (19/3/), euro telah menguat dalam tujuh dari delapan hari perdagangan. Penguatan tersebut tentu terlihat cukup menguntungkan dan membuat pelaku pasar melakukan aksi ambil untung.

Secara teknikal, harga euro terhadap dolar bergerak di kisaran Moving Average (MA) 8 (garis merah), 21 (garis hijau), dan 125 (garis biru).

Ketiga Moving Average tersebut terlihat menyempit, sementara MACD berada di wilayah negatif, dan Stochastic bergerak turun.

Level support (batas terendah) terdekat yakni berada di kisaran 1,1336, euro berpotensi melemah lebih lanjut jika menembus support tersebut, dan memberikan peluang jual (posisi Short) EUR/USD. Target penurunan ke area 1,1312.

Adapun level resisten (batas tertinggi) berada di kisaran 1,1356 (dekat level tertinggi pada Selasa kemarin). Selama level resisten tersebut tidak ditembus, EUR/USD berpeluang besar akan melemah.

Analisis Teknikal EUR/JPY

Mau Trading Euro? Ini Posisi Short dan Long Yang BagusFoto: Grafik EUR/JPY                                                                                Sumber: MetaTrader 5

Pada grafik 30 menit, euro terlihat terkoreksi turun terhadap yen setelah mencapai level tertinggi harian 126,74.

Melihat indiator MACD yang masih positif dan Stochastic telah naik dari area jenuh jual (oversold) membuka peluang berlanjutnya kenaikan. Belum lagi melihat harga yang masih bergerak di atas Moving average 125 sehingga memberikan peluang beli (posisi Long) yang bagus.

Jika mampu menembus resisten 126,74 (level tertinggi hari ini), EUR/JPY berpeluang naik ke area 126,96.

Di sisi lain, level support berada di kisaran 126,45, selama tidak ditembus euro cenderung akan menguat terhadap yen.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(pap/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading