Selamat! Harga Emas Kembali Tembus US$ 1.300

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
15 March 2019 18:17
Selamat! Harga Emas Kembali Tembus US$ 1.300 Foto: Ilustrasi Karyawan menunjukkan emas batangan yang dijual di Butik Emas, Sarinah, Jakarta Pusat. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia - Pada perdagangan Jumat sore ini (15/3/2019), harga emas berjangka menguat dan kembali menembus level US$ 1.300/troy ounce.

Hingga pukul 17:45 WIB, harga emas kontrak April di bursa berjangka COMEX menguat sebesar 0,5% ke posisi US$ 1.301,6/troy ounce.

Koreksi harga terjadi setelah sebelumnya ditutup amblas 1,08% pada perdagangan Kamis kemarin (14/3/2019).


Selama sepekan, harga emas telah naik 0,18% secara point-to-point, sedangkan sejak awal tahun juga masih tercatat lebih tinggi 1,58%.



Melemahnya nilai dolar yang ditunjukkan oleh Dollar Index (DXY) yang turun sebesar 0,12% hari ini, memberi peluang bagi emas untuk meroket.

Seperti yang diketahui, nilai DXY mencerminkan posisi dolar AS atau greenback relatif terhadap enam mata uang dunia.

Saat dolar cenderung melemah, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Akibatnya, investor makin tertarik untuk mengoleksi emas.


Hal yang membuat dolar tertarik ke bawah hari ini adalah data penjualan rumah di Amerika Serikat (AS) yang pada bulan Januari turun 6,9% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi hanya 607.000 unit. Lebih rendah ketimbang konsensus pasar yang memperkirakan penjualan di angkat 620.000.

Tak hanya itu, data klaim tunjangan pengangguran AS untuk minggu yang berakhir pada 9 Maret juga tercatat naik 6000 menjadi sebanyak 229.000 dibanding pekan sebelumnya.

Saat ekonomi AS makin menunjukkan hawa-hawa suram, investor makin tak tertarik untuk berinvestasi pada aset-aset yang berbasis dolar. Alhasil aliran dana banyak keluar dari pasar AS untuk mencari aset-aset yang lebih menjanjikan.

Selain itu, pada hari ini sentimen positif terkait damai dagang AS-China kembali mencuat.

Dalam pidato di sidang tahunan parlemen China, Perdana Menteri Li Keqiang menegaskan pemerintah akan menerapkan aturan baru mengenai investasi.

Dalam aturan tersebut, China berkomitmen untuk melindungi investasi (termasuk asing) dan tidak akan mewajibkan transfer teknologi. Proses dan pelaksanaan investasi akan dibuat transparan sehingga menciptakan iklim yang nyaman bagi dunia usaha. Aturan ini sudah disahkan oleh parlemen dan mulai berlaku pada 1 Januari 2020.

"Tidak ada alasan China tidak mau terbuka, ini adalah kebijakan mendasar. Jika kita memiliki aturan mengenai keterbukaan, maka pasti akan dijalankan," tegas Li, mengutip Reuters.

Selamat! Harga Emas Kembali Tembus Level US$ 1.300Foto: Perdana Menteri China Li Keqiang menyampaikan laporan kerja pada sesi pembukaan Kongres Rakyat Nasional (NPC) di Aula Besar Rakyat di Beijing, Cina, 5 Maret 2019. REUTERS / Jason Lee

Aturan baru tersebut China seakan meyakinkan AS bahwa reformasi ekonomi di Negeri Panda terus berjalan ke arah yang positif.

Bisa jadi, ini merupakan pintu menuju damai dagang yang hakiki, yang diharapkan membuat ekonomi dunia kembali bergairah.

Kala dua raksasa ekonomi dunia tak lagi saling lempar tarif, dampaknya akan mendunia. Rantai pasokan global akan kembali lancar. Aktivitas ekonomi di pasar negara berkembang bisa kembali di gas.

Akibatnya, investor akan makin tertarik untuk menanamkan asetnya di negara-negara berkembang karena potensi keuntungan juga makin besar. Arus modal kembali tersedot dari AS. Dolar harus rela terkoreksi.

Sekali lagi, emas mengambil kesempatan dalam kesempitan. Kala dolar agak ciut, emas jadi lebih dilirik investor.

TIM RISET INDONESIA

(taa/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading