Sudah 10 Hari Harga Emas Susah Naik, Masih Mau Pegang?

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
21 March 2022 07:04
Pekerja menata perhiasan emas di toko emas Kawasan Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (11/3/2022). Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan hari ini.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penurunan harga emas kembali berlanjut pada awal pekan ini. Pada Senin (21/3/2022) pukul 06:07 WIB, harga emas turun 0,09% ke US$ 1.919,44/troy ons.

Pekan lalu, harga emas sempat naik pada Rabu (16/3/2022) dan terus menguat pada perdagangan hari berikutnya hingga ditutup di US$ 1.942,64/troy ons. Namun, emas melemah pada perdagangan Jumat (18/3/2022) ke level US$ 1.921,09/troy ons. Secara keseluruhan pada pekan lalu, emas turun 1,62% point to point tetapi dalam sebulan masih naik 1,14% dan meningkat 10% dalam setahun.


Permintaan akan emas turun disebabkan beberapa faktor, termasuk pembicaraan damai Ukraina dan Rusia serta kenaikan suku bunga acuan the Fed pada pekan lalu.

"Kita melihat bahwa spekulasi terhadap harga emas yang dipicu invasi Rusia sudah menurun dalam 10 hari terakhir," tutur David Jones, kepala market strategist di Capital.com, seperti dikutip dari Reuters.


Edward Meir, analis dari Capital Markets, mengatakan jika ada genjatan senjata atau kesepakatan damai, harga emas akan turun dengan cepat. Sugandha Sachdeva, Wakil Presiden Religare Broking Ltd untuk komoditas dan nilai tukar Research, mengatakan emas mungkin akan tertekan dalam jangka pendek.

"Namun untuk jangka menengah dan panjang, emas masih sangat prospektif," tuturnya, seperti dikutip Livemint.com.

Sugandha menjelaskan tekanan inflasi global diperkirakan menguat akibat sanksi ekonomi ke Rusia mengingat Rusia adalah salah satu pemasok besar energi dan bahan pangan. Tekanan inflasi ini bisa membuat bank-bank sentral di dunia menaikkan suku bunga dengan cepat sehingga bisa mengganggu pertumbuhan dan meningkatkan ketidakpastian.

"Jika pertumbuhan memburuk dan ketidakpastian meningkat maka emas akan kembali dicari dan harganya naik," tuturnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Emas Turun Lagi dan Bakal Lanjut Turun, Lepas Dulu?


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading