Saham Induk Usaha Hary Tanoe Melesat 15%, Respons Laba 2018

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
15 March 2019 12:42
Saham Induk Usaha Hary Tanoe Melesat 15%, Respons Laba 2018 Foto: ist/detik.com/Ari Saputra
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT MNC Investama Tbk (BHIT) melesat hampir 15% pada perdagangan sesi I. Investor tampaknya mengapresiasi kinerja perseroan yang baru saja diumumkan kemarin.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, saham BHIT naik 14,81% ke level harga Rp 93/saham. Volume perdagangan mencapai 156,28 juta saham senilai Rp 14,38 miliar.

Broker paling aktif membeli saham BHIT pada sesi I antara lain, Mirae Aset Sekuritas senilai Rp 3,1 miliar, Lotus Andalan Sekuritas senilai Rp 3 miliar, RHB Sekuritas senilai Rp 2,1 miliar dan Indo Premier Sekuritas senilai Rp 1,2 miliar.

Induk usaha Grup MNC milik Hary Tanoesoedibjo ini, menyampaikan pertumbuhan kinerja yang cemerlang sepanjang tahun lalu.


Berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit, perusahaan mencatat kenaikan laba bersih hingga 86,51% menjadi Rp 978,63 miliar pada 2018, dari tahun sebelumnya Rp 524,70 miliar.

Laba bersih itu seiring dengan pendapatan perseroan yang naik 8,34% menjadi Rp 14,71 triliun dari sebelumnya Rp 13,58 triliun. Pendapatan ini mayoritas disumbangkan oleh bisnis media yang menyumbang Rp 10,32 triliun atau 70% terhadap pendapatan konsolidasi MNC Investama.

Jika lebih ditelusuri, bisnis iklan non-digital menyumbang pendapatan Rp 5,31 triliun dan disusul pendapatan dari bisnis TV berbayar dan broadband Rp 3,22 triliun.

Lini bisnis keuangan berkontribusi sebesar Rp 2,61 triliun. Bisnis content based media dan bisnis lain-lain bersaing ketat dalam menyumbangkan pendapatannya, masing-masing sebesar Rp 1,52 triliun dan Rp 1,77 triliun ke kantong perusahaan yang dulu bernama Bhakti Investama ini.

Bisnis periklanan digital meski hanya memberikan kontribusi Rp 261,10 miliar, namun menjadi bisnis dengan pertumbuhan paling besar secara year on year. Kenaikannya mencapai 192% jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 89,45 miliar. (hps/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading