Terlibat Kasus IPO, UBS Dilarang jadi Undewriter Setahun

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
14 March 2019 18:16
Terlibat Kasus IPO, UBS Dilarang jadi Undewriter Setahun
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak empat perusahaan jasa keuangan global yakni UBS, Morgan Stanley, Bank of America Corp (BoA), dan Standard Chartered Plc (Stanchart) sepakat untuk membayar HK$ 787 juta atau sekitar U$ 100 juta (Rp 1,4 triliun) untuk dalam kasus penawaran saham perdana di bursa Hong Kong.

Dana tersebut untuk menyelesaikan kasus yang dibawa oleh otoritas pasar modal Hong Kong terkait dengan pekerjaan bank-bank investasi itu pada penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di wilayah administratif China itu.

Dalam pernyataan resminya, yang dikutip Bloomberg pada Kamis (14/3/2019), otoritas pasar modal dan berjangka Hong Kong, Securities and Futures Commission (SFC), menyatakan selain UBS, BoA dan Stanchart juga didenda.


Bahkan UBS, yang menghadapi hukuman terbesar HK$ 375 juta, juga akan dilarang mensponsori IPO selama 12 bulan ke depan, kata SFC.

Selain itu, otoritas SFC juga akan membekukan sementara (suspensi) lisensi yang dimiliki oleh Managing Director UBS Cen Tian, yang juga dikenal sebagai Tim Cen, selama 2 tahun ke depan.

Penyelesaian denda ini mengakhiri penyelidikan beberapa tahun yang dilakukan oleh regulator keuangan SFC yang berupaya meningkatkan pengawasan guna membersihkan pasar modal Hong Kong agar lebih aman bagi investor dan pelaku pasar modal.

Runtuhnya harga saham beberapa perusahaan terkenal tak lama setelah debut perdagangan mereka di bursa membuat para investor menderita kerugian dan merusak reputasi Hong Kong sebagai salah satu pusat keuangan utama dunia.

SFC juga sedang menyelidiki proses IPO lainnya.

Sanksi total masing-masing bank:
UBS: HK $ 375 juta
Morgan Stanley: HK $ 224 juta
Bank of America: $ 128 juta
Standard Chartered: HK $ 59,7 juta

Dalam pernyataannya, SFC mengungkapkan bahwa sponsor IPO yang dilakukan bank dan broker ikut bertanggung jawab atas apa yang terungkap dalam prospektus perusahaan saat penawaran umum. Itu sebabnya, para bank investasi dan broker juga diharuskan memastikan keakuratan data.

Upaya meningkatkan aturan ini memang dirancang untuk memperkuat akuntabilitas IPO di Hong Kong, lantaran negeri ini memiliki persentase jumlah IPO dari luar terbesar dan ini di luar wilayah yuridiksi SFC.

"Sanksi ini menjadi pesan yang kuat dan jelas ke pasar bahwa kami tidak akan ragu untuk meminta pertanggungjawaban para sponsor [bank investasi/broker] yang keliru atas kesalahan mereka," kata Ashley Alder, Kepala Eksekutif SFC.

Kasus IPO: UBS, Morgan Stanley, BoA & Stanchart Kena DidendaFoto: CNBC

Denda tersebut terkait dengan IPO dari China Forestry Holdings Co., Tianhe Chemicals Group Ltd. dan perusahaan ketiga yang tidak disebut namanya oleh SFC.

Masing-masing perusahaan itu sahamnya disuspensi tak lama setelah go public di tengah pengawasan akuntansi keuangan perusahaan-perusahaan tersebut.

Standard Chartered dan UBS menjadi sponsor bersama untuk IPO dari China Forestry pada 2009, yang mampu mengumpulkan dana IPO sebesa US$ 216 juta. Di antara kesalahan dua perusahaan investasi itu adalah kegagalan mereka memverifikasi hak hukum China Forestry atas hutan yang diklaim milik perusahaan.

Adapun UBS, Bank of America dan Morgan Stanley adalah sponsor bersama pada IPO tahun 2014 dari Tianhe Chemicals. Saham perusahaan tidak diperdagangkan sejak 2015, setahun setelah tuduhan transaksi short selling (jual kosong) sehingga membuat sahamnya jatuh. 

Saham China Forestry langsung disuspensi pada 2011 setelah penyimpangan keuangan ditemukan, dan perusahaan kini dalam likuidasi.

(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading