Citigroup Mau Lepas Bisnis Ritel di RI ke DBS atau Stanchart?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
21 October 2021 10:46
Citigroup

Jakarta, CNBC Indonesia - DBS Group Holdings Ltd. dan Standard Chartered Plc dikabarkan membeli bisnis konsumer milik Citigroup Inc. di Asia, setelah perusahaan ini menyebut akan mendivestasi bisnis tersebut. Masa penawaran atas aset di Indonesia, Filipina, Taiwan, India, dan Thailand akan berakhir pekan ini.

Sumber Bloomberg menyebutkan, DBS Singapura dan United Overseas Bank Ltd. (UOB) bersaing untuk mendapatkan lini bisnis Citigroup ini di Indonesia

Penawaran bisnis di lima negara ini menawarkan peningkatan bisnis kartu kredit dan wealth businesses di lima negara tersebut. Daya tariknya ada pada pendapatan bunga karena biaya yang tinggi di wilayah ini.


CEO DBS Singapura Piyush Gupta mengatakan pada Agustus lalu, tingkat modal bank cukup tinggi untuk membeli lebih banyak aset tanpa mengumpulkan dana tambahan, dan menyatakan minatnya di beberapa pasar Asia. Meski demikian, seorang perwakilan DBS menolak berkomentar.

Sementara itu, Citigroup akan mengevaluasi proposal di setiap pasar berdasarkan isu-isu lain seperti antitrust, perlindungan pekerjaan dan strategi, kata salah satu orang.

Lebih detail, penawaran di Indonesia, Filipina, Taiwan dan Thailand jatuh tempo pada Jumat (22/10/2021) sedangkan penawaran untuk unit India akan jatuh tempo minggu depan. Aset di Taiwan, Thailand dan India dikabarkan akan dilego dengan harga US$ 2 miliar, sedangkan di Indonesia dan Filipina bernilai US$ 1 miliar.

Untuk diketahui, beberapa penawar aset di Taiwan antara lain Standard Chartered, Cathay Financial Holding Co. dan Fubon Financial Holding Co.

Bisnis ini disebut dapat mengumpulkan hingga US$ 4 miliar, tergantung pada aset mana ditempatkan.

Sementara itu, pemerintah Taiwan akan memantau dan mencegah Citigroup mentransfer klien besarnya tinggi di Taiwan ke unitnya di Hong Kong dan Singapura.

Hingga saat ini perwakilan Standard Chartered dan Fubon menolak berkomentar. Cathay tidak segera menanggapi panggilan telepon dan email yang meminta komentar.

Untuk bisnis di Thailand, dikabarkan Bank of Ayudhya Pcl milik Mitsubishi UFJ Financial Group Inc., juga mempertimbangkan penawaran ini.

Seorang perwakilan untuk Bangkok Bank menolak berkomentar, sementara Bank of Ayudhya tidak segera menanggapi email yang meminta komentar.

Selanjutnya untuk bisnis di India, kabarnya Kotak Mahindra Bank Ltd., yang dikendalikan oleh bankir terkaya dunia, Uday Kotak dikabarkan akan mengajukan penawaran. Juga terdapat penawar lainnya seperti HDFC Bank Ltd. dan ICICI Bank Ltd.

Hingga saat ini perwakilan Kotak Mahindra dan HDFC Bank menolak berkomentar. ICICI tidak menanggapi email yang meminta komentar.

Sejalan dengan pernyataan CEO UOB Wee Ee Cheong mengatakan pada Mei bahwa dia akan melihat aset Citibank ini.

Malayan Banking Bhd. juga mempertimbangkan tawaran untuk unit Citigroup ini. Namun perwakilan Maybank menolak berkomentar. UOB tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Adapun BDO Unibank, Metropolitan Bank & Trust Co., Bank of the Philippine Islands, dan Union Bank of the Philippines sedang mempertimbangkan tawaran untuk aset Citigroup Filipina.

Presiden Union Bank Edwin Bautista mengatakan bahwa aset tersebut kemungkinan akan masuk ke salah satu dari tiga bank besar negara itu, dan menolak berkomentar lebih lanjut. Perwakilan BPI dan Metrobank menolak berkomentar, sedangkan perwakilan BDO Unibank belum bisa berkomentar.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading