Selain Multistrada, 4 Saham Ini Ramai Diborong Asing

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
10 March 2019 - 10:15
Selain Multistrada, 4 Saham Ini Ramai Diborong Asing
Jakarta, CNBC Indonesia - Sepanjang pekan ini, investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) menembus angka Rp 1,8 triliun. Namun jika dilihat lebih detail data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI), naiknya jumlah beli bersih asing pekan ini lebih karena aksi akuisisi perusahaan.

Pada Rabu (6/3/2019), perusahaan ban asal Prancis, Michelin, resmi mengakuisisi PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) dengan nilai transaksi di pasar negosiasi mencapai Rp 6,8 triliun. Dengan demikian, selama pekan ini total beli asing di saham MASA senilai Rp 4,19 triliun.


Alhasil jika total beli asing MASA dikeluarkan dari perhitungan transaksi asing, maka bursa Indonesia seyogyanya mencatatkan aksi beli bersih asing hampir Rp 2 triliun.


Walaupun demikian, tidak bisa dipungkiri masih ada beberapa perusahaan dalam negeri lainnya yang menarik bagi investor asing sebagai target beli, di antaranya PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM). Berikut ulasannya.

1. HMSP
PT H M Sampoerna Tbk sepanjang pekan ini berhasil mencatatkan nilai beli asing sebesar Rp 113,34 miliar. Sayangnya, pekan ini HMSP tetap tidak dapat berkelit dari pelemahan bursa, yang membuat harga sahamnya turun 3,83% menjadi Rp 3.770/saham dari Rp 3.920/saham.

HMSP merupakan perusahaan milik Philip Morris International (PMI) yang memproduksi rokok kretek dan masuk dalam kategori big cap, yaitu emiten dengan nilai kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun. Kapitalisasi pasar HMSP berada di level Rp 438,52 triliun.

HMSP masih dianggap seksi oleh pelaku pasar karena PMI sebagai pemilik, mampu mempertahankan pangsa pasar mereka di angka 33% meskipun terdapat kenaikan harga, sebagaimana dilansir dari Bahana Sekuritas. 


2. BBNI
PT Bank Negara Indonesia Tbk dalam pekan ini juga menorehkan nilai beli asing sebesar Rp 56,76 miliar dari total transaksi sepekan sebesar Rp 767,99 miliar. Namun, harga saham BBNI juga masih masuk zona merah pekan ini dengan kontraksi 3,34% menjadi Rp 8.675/saham dari Rp 8.975/saham.

BBNI juga tergolong sebagai big cap dan termasuk bank BUKU (Bank Umum Kelompok Usaha) IV, atau bank dengan modal inti lebih dari Rp 30 triliun. Fakta ini sepertinya menarik bagi investor karena performanya yang terjamin. Laba bersih BBNI tercatat sebesar Rp 15,02 triliun pada 2018, naik 10,3% dibanding capaian 2017 senilai Rp 13,6 triliun.

Pertumbuhan laba bersih ini disokong oleh tingginya penyaluran kredit perusahaan hingga 16,2% YoY menjadi Rp 512,8 triliun. Risiko kredit bermasalah juga di bawah 2%, terendah dalam 4 tahun belakangan. Adapun tahun ini penerimaan perusahaan sepertinya dalam terjamin karena penyaluran kredit ke proyek infrastruktur pemerintah.

3. BRPT
PT Barito Pacific Tbk sepanjang pekan ini berhasil mencatatkan nilai beli asing sebesar Rp 50,16 miliar dengan total transaksi sebesar Rp 178,22 miliar. Uniknya, pekan ini BPRT masih berada di zona hijau dengan kenaikan tipis 1,33% menjadi Rp 3.040/saham dari Rp 3.000/saham.

BRPT adalah perusahaan yang berdiri tahun 1979 dan bergerak di industri petrokimia. Pihak asing sepertinya tertarik dengan Barito Pacific karena perusahan mulai fokus untuk terjun ke proyek energi terbarukan seperti panas bumi dan instalasi panel surya.

4. TKIM
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk sepanjang pekan ini juga berhasil mencatatkan nilai beli asing tinggi sebesar Rp 37,63 miliar dengan total transaksi sebesar Rp 103,34 miliar. Sayangnya, emiten ini ikut terjebak di zona merah dengan kontraksi 1,12% menjadi Rp 11.025/saham dari Rp 11.150/saham.

Seperti namanya TKIM merupakan perusahaan yang memproduksi kertas dan didirikan semenjak tahun 1972. Perusahaan ini berada di bawah naungan Grup Sinar Mas bersama dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)

TIM RISET CNBC INDONESIA

(dwa/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading