Mantap! 5 Hari Beruntun Harga Batu Bara Menguat

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
05 March 2019 08:35
Sudah tiga hari beruntun peningkatan harga batu bara berada di kisaran 1%.
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara Newcastle kontrak Maret lagi-lagi ditutup menguat sebesar 1,2% ke posisi US$ 98,15/metrik ton pada penutupan perdagangan kemarin (4/3/2019) setelah naik 1% pada akhir pekan lalu.

Selama sepekan, harga batu bara sudah terdongkrak 4,75% secara point-to-point, sedangkan sejak awal tahun, harganya masih tercatat melemah 1,46%. Sudah lima hari beruntun harga batu bara ditutup di zona hijau.




Aroma harum damai dagang AS-China yang semakin tercium membuat pelaku pasar semringah. Terlebih setelah Wall Street Journal pada Minggu (3/3/2019) mengabarkan bahwa China telah setuju secara tentatif untuk menurunkan bea masuk produk-produk impor asal AS.


Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump sempat meminta China untuk menurunkan bea impor atas produk-produk pertanian melalui akun Twitter pribadinya.

"Saya sudah meminta China untuk segera menghapus bea masuk produk-produk agrikultur kami (termasuk daging sapi, daging babi, dan sebagainya), karena perundingan dagang berjalan dengan sangat baik dan saya tidak menaikkan tarif bea masuk menjadi 25% pada 1 Maret. Ini sangat penting untuk petani kami, dan saya!" cuit Trump di Twitter pada hari Sabtu (2/3/2019).

Mantap! Sudah 5 Hari Harga Batu Bara MenguatFoto: Twitter

Selain itu negosiator Negeri Panda juga telah menawarkan untuk mempercepat penghapusan batas kepemilikan asing di bidang usaha mobil dan menurunkan bea masuk kendaraan menjadi di bawah 15%.

Dalam laporannya, Wall Street Journal juga mengatakan bahwa perjanjian formal akan siap untuk ditandatangani Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Bila pada akhirnya dua raksasa ekonomi dunia kembali berdamai atas perdagangan, maka dampaknya juga akan dirasakan seluruh penjuru dunia.

Roda ekonomi bisa kembali berputar dengan cepat. Permintaan energi pun terkerek naik.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(taa/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading