Istana: Inflasi Berhasil Dijinakkan!

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
01 March 2019 19:22
Istana: Inflasi Berhasil Dijinakkan!
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis indeks harga konsumen (IHK) periode Februari 2019. Selama bulan tersebut, terjadi deflasi sebesar 0,08% (month to month/MtM)

. Adapun inflasi secara tahun kalender sebesar 0,24%, sementara itu inflasi secara year on year (YoY) sebesar 2,57%. Ini merupakan inflasi terendah sejak 2019.

Melalui keterangan resmi, Staf Khusus Presiden Ahmad Erani Yustika menegaskan, capaian ini membuktikan bahwa pemerintah kembali meneruskan rekor pengelolaan harga yang stabil.

"Inflasi yang selama ini menjadi momok bisa dijinakkan dengan baik selama 4 tahun dan terus berlangsung hingga sekarang," kata Erani, Jumat (1/3/2019).


Erani menjelaskan, data yang dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional telah menunjukkan beberapa komoditas pada Februari 2019 menurun signifikan dibandingkan Februari 2018.

Penurunan harga tertinggi terjadi di cabai merah mencapai 32,88% (YoY), cabe rawit 26% (YoY), bawang putih 10,41% (YoY), gula pasir 7,45% (YoY), minyak goreng 4,34% (YoY), dan beras 1,65% (YoY).

Menurut Erani, penurunan harga berkontribusi signifikan bagi ekonomi nasional. Misalnya, berpotensi mempercepat penurunan kemiskinan dan ketimpangan pendapatan.

Ada beberapa komoditas yang sangat penting dalam menentukan tingkat kemiskinan di Indonesia seperti beras, daging dan telur ayam, gula pasir hingga bawang merah.

"Untuk itu, pemerintah terus menjaga perkembangan harganya, minimal kenaikannya tidak lebih tinggi dari kenaikan tingkat upah," jelasnya.

Selain itu, sambungnya, penurunan harga akan membantu meningkatnya porsi pengeluaran penduduk 40% terbawah dalam struktur pengeluaran penduduk di Indonesia.

"Dengan demikian, ketimpangan pendapatan dapat diturunkan. Selama September 2018, porsi pengeluaran penduduk 40% terbawah mencapai 17,47%, naik dari 17,22% pada September 2017," jelasnya.

Di samping itu, lanjut Erani, juga dapat memacu realisasi investasi melalui penurunan suku bunga sektor pembiayaan. Apalagi, inflasi menjadi salah satu penentu suku bunga.

"Ada kecenderungan suku bunga mahal saat inflasi tinggi. Dengan perkembangan ini ruang untuk menurunkan tingkat suku bunga menjadi cukup lebar," tegasnya.

Erani menegaskan, pemerintah akan berkomitmen menjaga inflasi agar tetap berada dalam koridor yang aman. Dengan demikian, pemerintah dapat mencapai target-target pembangunan ekonomi dan sosial lebih cepat dan terasa.








(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading