Pertumbuhan Ekonomi AS sampai Trump-Kim Goyang Wall Street

Market - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
01 March 2019 06:26
Pertumbuhan Ekonomi AS sampai Trump-Kim Goyang Wall Street
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks-indeks acuan Wall Street tergelincir, Kamis (28/2/2019), setelah data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan hasilĀ pertemuan Presiden Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dirilis.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,27%, S&P 500 kehilangan 0,28%, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,29%.

Produk domestik bruto (PDB) AS tumbuh 2,6% secara kuartalan yang disetahunkan (quarterly annualized) di kuartal keempat 2018, menurut data pemerintah. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan angka pertumbuhan hanya 2,2%.


Secara setahun penuh, pertumbuhan ekonomi AS tercatat 2,9%. Namun, hasil tersebut berada di bawah target pemerintahan Trump sebesar 3%.

"Laporan ini menunjukkan perekonomian sedang melambat namun belum cukup untuk meningkatkan kecemasan investor," kata Chris Gaffney, presiden pasar global di TIAA Bank, dilansir dari CNBC International.


Pasar saham, tambahnya, bisa saja bergerak lebih tinggi bila tidak ada sentimen negatif dari Vietnam.

AS dan Korea Utara gagal mencapai kesepakatan terkait denuklirisasi Semenanjung Korea dalam pertemuan di Hanoi, Vietnam. Padahal, Trump dan Kim awalnya tampak sangat percaya diri bahwa akan ada kesepakatan yang tercapai saat pertemuan itu dimulai.

Dalam konferensi persnya, Kamis, Trump mengatakan Korea Utara meminta pencabutan seluruh sanksinya dan menawarkan denuklirisasi di bagian-bagian tertentu saja, sesuatu yang tidak dapat dipenuhi AS.

Kebuntuan ini meningkatkan risiko geopolitik dan menurunkan minat investor terhadap aset berisiko.

Selain itu, kemajuan perundingan dagang dengan China juga turut menjadi perhatian investor. Penasihat Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan kepada CNBC hari Kamis bahwa AS dan China telah mencapai kemajuan yang fantastis dalam negosiasi itu.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin bahwa banyak kemajuan yang sudah dicapai namun menambahkan bahwa kesepakatan belum selesai dibahas.

Pernyataan itu datang setelah Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat bahwa China perlu melakukan lebih dari sekadar membeli produk AS agar kedua negara bisa mencapai kesepakatan. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading