Tertekan Kurs dan Avtur, AirAsia Rugi Rp 998 M pada 2018

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
27 February 2019 18:20
Tertekan Kurs dan Avtur, AirAsia Rugi Rp 998 M pada 2018
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten maskapai PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) mencatatkan kinerja kurang menggembirakan sepanjang 2018. AirAsia mencatat rugi (sebelum pajak) sebesar Rp 998 miliar di 2018.

Direktur Utama PT AirAsia Indonesia Tbk, Dendy Kurniawan mengatakan biaya operasional perusahaan di 2018 membengkak lantaran nilai tukar Rupiah melemah terhadap dollar AS dan naiknya harga avtur seiring merangkaknya harga minyak mentah dunia.

Belum lagi, tahun lalu juga terjadi rentetan bencana alam Bali, Lombok dan Palu. Bencana-bencana ini berdampak terhadap keyakinan para wisatawan, terutama asing, untuk berkunjung ke Indonesia.

"Profitabilitas juga sangat terdampak oleh meningkatnya biaya operasional, yang didorong oleh peningkatan harga minyak dunia dan pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS di sepanjang tahun," kata Dendy, dalam keterangan pers, Rabu (27/2/2019).


Dalam laporan keuangan perusahaan yang belum diaudit, Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 4,20 triliun, naik 11% dibandingkan tahun 2017.

Pertumbuhan pendapatan didukung peningkatan jumlah penumpang sebesar 13% menjadi 5.2 juta, seiring dengan pertumbuhan kapasitas sebesar 16% dibandingkan tahun sebelumnya.

Beban usaha di 2018 meningkat lebih tinggi disebabkan oleh pelemahan nilai mata uang Rupiah terhadap Dolar AS di sepanjang tahun dan beban avtur meningkat 53% dengan harga avtur rata-rata sebesar 85 dolar AS per barel. Tahun sebelumnya, harga avtur rata-rata 64 Dolar AS per barel.

Secara triwulanan, pada triwulan keempat 2018, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,32 triliun, naik 54% year-on-year dari Rp1,02 triliun di kuartal yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan pendapatan juga didukung oleh tingkat keterisian yang baik sebesar 82%, yang naik 3 poin persen dan peningkatan jumlah penumpang menjadi 1,72 juta penumpang dibandingkan kuartal yang sama di tahun sebelumnya.

Dengan tingkat keterisian yang lebih tinggi, pendapatan per kursi tiap kilometer (Revenue per Available Seat Kilometers/RASK) naik 10% year-on-year meskipun terdapat penurunan harga rata-rata sebesar 2% selama kuartal tersebut. 


Target Penumpang AirAsia 2019
[Gambas:Video CNBC] (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading