Gandeng PDAM, Elnusa Ekspansi ke Bisnis Air Bersih

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
25 February 2019 15:25
Gandeng PDAM, Elnusa Ekspansi ke Bisnis Air Bersih
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten jasa migas, PT Elnusa Tbk (ELSA) berekspansi ke bisnis distribusi air bersih di Kota Tangerang, Provinsi Banten. Elnusa bekerja sama dengan PT Moya Tangerang sebagai produsen air, serta PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang.

Perusahaan akan mengembangkan sistem yang berbasis internet of things (IoT) untuk memudahkan masyarakat dalam mengatur penggunaan air di rumah.

Sayangnya, saat dikonfirmasi, Head Investor Relation ELSA Rifqi Budi Prasetyo enggan mengelaborasi lebih detail berapa nilai investasi yang digelontorkan perusahaan di bisnis distribusi air bersih tersebut.

"Bisnis tersebut sebagai bagian dari langkah strategis perusahaan mengembangkan inisiatif teknologi sehingga pada akhirnya mampu memberikan value bagi klien juga stakeholders dan menjadi pembeda antara layanan kami dengan kompetitor," kata Rifqi kepada CNBC Indonesia," Senin (25/2/2019).


Dalam keterbukaan informasi disampaikan Elnusa di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen ELSA menyatakan pengembangan teknologi ini untuk memudahkan pemantauan distribusi air, baik pada sisi perusahaan penyedia air dan masyarakat. Melalui sistem ini, perusahaan penyedia air dapat memantau secara realtime dan online proses penyaluran, tingkat kehilangan air dapat dikontrol.

Direktur Pengembangan Usaha Elnusa, Arief Riyanto menjelaskan, pengembangan teknologi IoT tersebut untuk mendukung smart city. "Smart water meter dan smart power meter merupakan solusi yang kami tawarkan untuk memudahkan pengelolaan suplai air ke pelanggan," katanya.

Sepanjang tahun 2018, perusahaan mengantongi laba bersih sebesar Rp 276,31 miliar, atau naik 11,08% dari tahun 2017 sebesar Rp 247,14 miliar.

Kenaikan laba didorong oleh pendapatan perusahaan yang mencapai Rp 6,62 triliun atau naik 33,05% dari pendapatan tahun sebelumnya Rp 4,97 triliun. Secara komposisi pendapatan,, jasa hulu migas memberikan kontribusi sebesar 40% dan jasa distribusi logistik energi 56%, sedangkan sisanya sebesar 4% disumbangkan oleh jasa penunjang. (tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading