Simak 5 Saham LQ45 yang Cuan Besar Pekan Ini

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
23 February 2019 15:58
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat sebesar 1,76% ke level 6.501,38 dari 6.389,09 pada penutupan pekan sebelumnya.
Jakarta, CNBC Indonesia - Memasuki pekan ketiga Februari 2019 pasar saham domestik ditutup positif setelah melewati banyak situasi sulit dalam sepekat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat sebesar 1,76% ke level 6.501,38 dari 6.389,09 pada penutupan pekan sebelumnya.

Dalam sepekan tersebut saham-saham pertambangan, yang tercatat di daftar LQ45 mendominasi 5 besar saham yang kenaikannya paling tinggi.

Kenaikan harga tertinggi dibukukan saham PT Indika Energy Tbk (INDY) yang tercatat menguat 20,89% dalam sepekan menjadi Rp 2.170/saham. Lalu saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang naik 15,57% ke level Rp 1.410/saham.

Kemudia saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang naik 13,7% ke level Rp 23.650/saham. Lalu, satu-satunya diluar sektor tambang, saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang naik 13,3% ke level harga Rp 2.640/saham.


Terakhir saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang menguat 11,69% ke level Rp 27.950/saham.

Kenaikan harga saham produsen baru tersebu, terjadi setelah Reuters memberitakan China hentikan ekspor batu bara dari Australia. Seperti diberitakan Reuters, Bea Cukai China di Pelabuhan Dalian bagian utara China telah memblokir impor batu bara asal Negeri Kanguru, berdasarkan pernyataan dari pejabat di grup pelabuhan Dalian yang menolak untuk disebutkan namanya demi alasan keamanan.

Lebih lanjut, pejabat tersebut juga mengatakan bahwa 5 pelabuhan yang berada di bawah pengawasan pabean Dalian, yaitu Dalian, Bayuquan, Panjin, Dandong, dan Beiliang, tidak akan meloloskan batu bara Australia yang masuk.

Pemblokiran tersebut ternyata sudah efektif berlaku sejak awal Februari dan masih belum ditentukan kapan akan berakhir.

Kebijakan tersebut diberlakukan seiring dengan perpanjangan waktu pemeriksaan batu bara Australia hingga 40 hari di beberapa pelabuhan utama China lainnya.

Akibatnya, banyak pialang batu bara di China yang berhenti membeli batu bara Australia.

"Kami telah menghentikan pesanan batu bara dari Australia karena masih belum tahu sampai kapan pembatasan [impor] tetap berlaku," kata seorang manger sebuah perusahaan dagang di Shanghai yang biasanya membeli 400.000 ton batu bara Australia setiap bulan, mengutip Reuters.

Indika Bicara Soal Pembatasan Batu Bara Australia
[Gambas:Video CNBC]
(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading