Akhir Februari, Kideco Siap Pakai Asuransi Batu Bara

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
20 February 2019 16:03
PT Kideco Jaya Agung yang merupakan anak usaha INDY siap mengimplementasikan kewajiban penggunaan asuransi dalam negeri.
Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen batu bara terbesar ketiga di Indonesia, PT Kideco Jaya Agung yang merupakan anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY), siap mengimplementasikan kewajiban penggunaan asuransi dalam negeri untuk ekspor batu bara dan minyak sawit (crude palm oil/CPO) mulai akhir Februari ini.

"Kita harus mendukung [regulasi pemerintah]. Biar bagaimana pun ini adalah upaya untuk saling membantu industri lokal. Memang butuh waktu, karena ini proses, tapi insha Allah untuk Kideco akhir bulan ini kami comply," kata Direktur Utama Indika Energy, Arsjad Rasjid, kepada Hera F. Haryn dalam talkshow Closing Bell CNBC TV Indonesia, Rabu (20/2/2019).

Arsjad mengakui kebijakan ini memang butuh proses mengingat tidak mudah untuk mengubah kebiasaan yang selama ini berlaku. Apalagi, kondisi perusahaan batu bara berbeda-beda sehingga akan sulit untuk langsung menerapkan kebijakan atau kewajiban tersebut.


"Ini kebiasaan di kita, untuk change sesuatu itu sulit. Enggak bisa balik tangan begini dengan langsung, it takes time, ini proses, tapi kami berusaha. Akhir bulan ini harus comply," kata Arsjad yang juga Komisaris Utama PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) dan PT Indika Indonesia Resources ini.

Akhir Februari, Kideco Siap Pakai Asuransi Batu Bara Foto: Rivi Satrianegara
Mulai 1 Februari, eksportir batu bara dan CPO wajib menggunakan asuransi nasional. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Permendag Nomor 82 Tahun 2017 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut dan Asuransi Nasional untuk Ekspor dan Impor Barang Tertentu.

Untuk tahap awal, kewajiban penggunaan asuransi nasional akan diuji coba dulu selama 1 bulan.

Saat ini sudah ada 12 perusahaan asuransi nasional yang dinilai sudah sesuai kriteria yang diatur dalam beleid tersebut. Adapun 12 perusahaan tersebut yakni Asuransi Sinar Mas, Asuransi Adira Dinamika, Asuransi Tokio Marine Indonesia, dan Lippo General Insurance.

Lainnya yakni Asuransi Multi Artha Guna, Asuransi MSIG Indonesia, 
Asuransi Wahana Tata, AIG Insurance, Sompo Insurance, Asuransi Arta Buana, Asuransi Central Asia, dan Asuransi Tugu Pratama.

"Ada 12 asuransi yang sudah ditetapkan, kami proses memilih, 
akhir bulan ini, tapi tapi saya enggak bisa menjawab karena berkaitan dengan kontrak, ada negosiasi," kata Arsjad.

Saksikan video pandangan Dirut INDY soal pasar batu bara global berikut ini.
[Gambas:Video CNBC]


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading