Dialog Damai AS-China Masih Lanjut, Harga Emas Terus Menguat

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
18 February 2019 09:55
Dialog Damai AS-China Masih Lanjut, Harga Emas Terus Menguat
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas pada pagi hari ini (18/2) masih lanjut menguat.

Hingga pukul 9:30 WIB, harga emas kontrak April di pasar COMEX naik 0,2% ke posisi US$ 1.327,7/troy ounce, setelah ditutup menguat 0,84% pada perdagangan akhir pekan lalu (15/2).

Sedangkan harga emas di pasar spot terpantau menguat 0,27% ke level US$ 1324,55/troy ounce, setelah menguat 0,65% pada akhir pekan lalu.


Selama sepekan, harga emas sudah terkerek naik sekitar 1,2% secara point-to-point. Sedangkan sejak awal tahun, harga logam mulia ini tercatat menguat sekitar 3,5%.



Masih belum rampungnya kesepakatan dagang Amerika Serikat-China membuat investor masih betah untuk menyimpan emas.

Sebagai informasi, dialog lanjutan antara delegasi AS-China akan kembali digelar minggu ini di Washington.

Disamping itu, Presiden AS, Donald Trump pada hari Jumat (15/2) mendeklarasikan keadaan darurat nasional untuk meloloskan anggaran tembok perbatasan AS-Meksiko tanpa persetujuan kongres.

Menyikapi hal tersebut, Partai Demokrat mengatakan akan menantang aksi yang dinilai merupakan sebuah pelanggaran terhadap konstitusi.

Gonjang ganjing politik yang terjadi di AS membuat investor masih belum bisa sepenuhnya mengambil risiko pada instrumen lain seperti saham. Alhasil, harga emas masih berada di atas angin.

Selain itu, masih terkatung-katungnya nasib Bexit juga memberikan energi positif bagi harga emas. Sebagai infomasi, Perdana Menteri Inggris Theresa May kembali berencana untuk menegosiasi ulang kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa.

Namun nampaknya Uni Eropa masih enggan untuk melakukan dialog ulang atas kesepakatan Brexit yang telah diteken.

"Soal kesepakatan Brexit, apalagi backstop, tidak ada ruang renegosiasi. Tolong, tolong, tolong, katakan kepada kami apa yang sebenarnya Anda inginkan?" tegas Manfred Webber, Pimpinan Parlemen Uni Eropa, mengutip Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA



(taa/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading