Prabowo Habis-habisan Serang Kebijakan Impor Jokowi

News - Yanurisa Ananta & Samuel Pablo, CNBC Indonesia
17 February 2019 22:09
Prabowo Habis-habisan Serang Kebijakan Impor Jokowi
Jakarta, CNBC Indonesia - Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai impor.

"Saya ingin bertanya bahwa bapak Jokowi waktu begitu menjabat sebagai Presiden dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa tidak akan impor komoditas pangan," tanya Prabowo kepada Jokowi dalam debat yang digelar KPU di Hotel Sultan, Minggu (17/2/2019).

"Ternyata dalam 4 tahun memimpin bapak banyak sekali impor komoditas-komoditas itu memimpin bapak banyak sekali impor komoditas itu. Terus terang saja yang kami dengar sangat memukul kehidupan petani-petani kita, petani tebu, panen, tapi gula dari luar masuk dalam jumlah yang besar jutaan ton."



Menanggapi hal tersebut, Jokowi mengatakan pada 2014 memang RI mengimpor jagung 3,5 juta ton. Namun pada 2018, Jokowi mengatakan hanya impor 180.000.

Prabowo Habis-habisan Serang Kebijakan Impor Jokowi Foto: Suasana dalam venue ruang debat Calon Presiden 01 Joko Widodo dan calon Presiden 02 Prabowo Subianto dalam acara debat Calon presiden putaran kedua di Holten Sultan Jakarta, Minggu (17/2). Debat capres putaran kedua ini bertema energi, lingkungan hidup, infrastruktur, pangan, dan sumber daya alam. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)


"Artinya petani kita sudah produksi 3,3 juta ton. Memang tidak mungkin kita membalikkan tangan dalam setahun dua tahun," papar Jokowi.

"Di bidang beras, sejak 2014 sampai sekarang impor beras kita turun dan produksi beras kita pada 1984 memang swasembada dan saat itu produksi kita 21 juta ton/tahun," kata Jokowi.

"2018 kemarin produksi kita 32 juta ton dan konsumsi kita 29 juta ton. Ada surplus 2,85 juta ton. Kita sebenarnya sudah surplus. Kenapa kita impor? itu untuk menjaga ketersediaan stok, stabilisasi harga, cadangan untuk bencana atau serangan hama."







(dru/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading