Sumitomo Bukan Satu-satunya Partner Blue Bird dari Jepang

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
07 February 2019 10:56
Blue Bird dengan Mitsubishi UFJ Lease & Finance Co. Ltd dan PT Takari Kokoh Sejahtera membentuk usaha patungan (joint venture) di bidang lelang.
Jakarta, CNBC Indonesia - Interaksi PT Blue Bird Tbk (BIRD) dengan lembaga keuangan asal Jepang rupanya tak hanya dengan Sumitomo.

Beberapa waktu lalu BIRD juga mengumkan kerja sama dengan lembaga keuangan asal Jepang lainnya, yaitu Mitsubishi UFJ Lease & Finance Co. Ltd dan PT Takari Kokoh Sejahtera.

Blue Bird dengan Mitsubishi UFJ Lease & Finance Co. Ltd dan PT Takari Kokoh Sejahtera membentuk usaha patungan (joint venture) di bidang lelang.


Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Blue Bird mengungkapkan pendirian usaha patungan itu dilakukan pada 24 Januari 2019.

"Tujuan pendirian perusahaan patungan ini adalah untuk memperkuat lini bisnis perseroan," kata Purnomo Prawiro, Direktur Utama BIRD, dalam keterbukaan informasi tersebut.

Dampak pendirian perusahaan patungan akan menunjang kegiatan operasional perseroan dan anak-anak usaha perusahaan yang memiliki beberapa brand jasa transportasi seperti taksi Blue Bird dan bus Big Bird ini.

Perusahaan patungan itu bernama PT Balai Lelang Caready yang berstatus perseroan terbatas penanaman modal asing. Modal dasarnya Rp 23 miliar, dan modal disetornya juga Rp 23 miliar.

BIRD memiliki 51% saham dengan nilai nominal Rp 11,73 miliar, sedangkan 39% saham dimiliki Mitsubishi UFJ senilai nominal Rp 8,97 miliar, dan 10% milik Takari senilai nominal Rp 2,3 miliar. Secara total, BIRD memiliki 51% saham dan MUL Group 49%

Sementara dengan Sumitomo Group, interaksi Blue Bird ternyata sudah terjadi sejak 2016 melalui fasilias pinjaman hingga Rp 1,5 triliun.

Tercatat pada laporan keuangan 2016 emiten, BIRD mendapatkan fasilitas "loan on note " (bridging loan) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia dengan jumlah maksimal Rp 500 miliar.

Fasilitas yang kontraknya ditandatangani pada 21 November 2016 itu peruntukannya bagi pembiayaan umum perusahaan termasuk modal kerja.

Jangka waktu ketersediaan fasilitas tersebut telah diperpanjang hingga 30 November 2018 dan bertenor 3 bulan sejak penarikan.

Tingkat bunga efektif yang dibebankan 1,25% per tahun ditambah biaya dana (cost of fund) yang besarannya tergantung dari bank kreditur tersebut.
Simak video investor Jepang incar Bank Permata di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC]
(hps/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading