Permintaan Lahan Industri Membludak, Saham SSIA Melesat

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
04 February 2019 12:27
Permintaan Lahan Industri Membludak, Saham SSIA Melesat
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) pada perdagangan pagi, Senin (4/2/2019), sempat menguat di atas 5%, tapi menyusut jelang penutupan sesi I. Para investor memburu saham ini karena ekspektasi terhadap tingginya permintaan lahan industri.

Harga saham Surya Semesta hingga penutupan perdagangan sesi I menguat 3,67% ke level Rp 565/saham. Volume perdagangan saham tercatat mencapai 48,63 juta saham senilai Rp 27,28 miliar.

Berdasarkan riset Indo Premier Sekuritas akhir pekan lalu, setelah mengunjungi perseroan, ada beberapa catatan terkait kinerja SSIA.


Sepanjang 2018, perseroan sudah menjual 8,3 hektare dengan harga rata-rata US$ 120/ meter persegi. Luas penjualan lahan tersebut bertambah dibandingkan setahun penih 2,1 hektare.

Target pendapatan SSIA sepanjang 2018 sebesar Rp 3,5 triliun, sementara ada indikasi laba positif seiring dengan klaim penjualan lahan industri.

Pada 2019, SSIA menargetkan penjualan lahan industri seluas 15 hektare, ditopang adanya permintaan seluas 30 hektare dari sektor barang, otomotif, dan material bangunan.

Surya Semesta menargetkan pendapatan Rp 4 triliun pada 2019 dan merencanakan pengembangan infrastruktur di Subang pada semester II 2019.

Saat ini SSIA memiliki landbank Subang seluas 1.052 hektare dengan rata-rata harga jual Rp 125 ribu. Namun ada sedikit kendala terkait upaya meningkatkan harga jual lahan, karena ada potensi perlambatan penyelesaian pembangunan Pelabuhan Patimban.

Sementara itu, di Karawang landbank perseroan menyisakan 136 hektare dengan rata-rata harga jual per hekatare US$ 120/meter persegi. Permintaan lahan milik perseroan di Karawang paling besar berasal dari China. (hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading