BRI Ungkap Cara BUMN Genjot Sektor Agribisnis dan Pertanian

Market - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
31 January 2019 11:42
BRI Ungkap Cara BUMN Genjot Sektor Agribisnis dan Pertanian
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turut berperan dalam pengembangan industri agribisnis dan pertanian tanah air. Setidaknya ada tiga formula yang telah dilakukan BUMN dalam bidang pertanian, yaitu membangun pertanian, membantu dalam hal pembiayaan dan melakukan pendampingan.

Hal tersebut dikatakan Direktur Mikro dan Kecil Bank Rakyat Indonesia (BRI) Priyastomo dalam acara 'Green Festival' di Jakarta Convention Center (JCC) hari ini, Kamis (31/1/2019). Pengembangan industri agrikultur di masyarakat baru bisa disebut sukses bila hasil produksi bisa dijual lagi ke masyarakat.

"Sementara, sekarang lahan pertanian sudah tidak seluas dulu lagi. Rata-rata orang Jawa perorang memiliki luas lahan 0,3 ha-0,5 ha. Bertani tidak efisien. Untuk pembiayaannya pun kita cuma punya Rp2 juta- Rp 3 juta," ujar Priyastomo.


Priyastomo menyatakan, di Tasikmalaya ada orang memiliki lahan seluas 40 ha. Di dalam lahan seluas itu terdapat beberapa kelompok yang mengelola lahan. Satu kelompok terdiri dari 50 petani. Sehingga lahan bisa efisien dioptimalkan.

Kerjasama Bumdes dengan Bulog juga berkontribusi terhadap pengembangan agrikultur. Beras-beras yang bagus akan diserap oleh Bulog, sementara sebelumnya petani harus berhubungan dengan tengkulak sebelum menjual.

"Kita juga harusnya memanfaatkan lahan Perhutani yang lahannya kurang baik dikelola. Pengelolaannya kini diserahkan ke petani. Mereka juga bisa dpaat sertifikat kepemilikan sah atau hak sewa selama 20-30 tahun," imbuhnya.

Hal itu berbeda dengan kondisi yang ada sebelumnya di mana petani dalam mengelola lahan Perhutani kerap harus membayar. Selain itu, BUMN juga memiliki rumah kreatif BUMN untuk kreatif muda. Di sana juga diberikan pendampingan dalam hal promosi konvensional maupun digital, termasuk ekspor.

Sementara, dari sisi pembiayaan, lanjut Priyastomo, BRI telah membiayai bisnis pertanian dari tahap pemula sebelum punya usaha. Nantinya, bila bisnis sudah bagus maka pembiayaan rakyat dengan bunga 2%. Ketika dana digulirkan maka bisnis akan naik kelas. Ketika sudah naik kelas, pelaku usaha sudah bisa mengajukan kredit usaha yang memiliki bunga 7%.

"Setelah meningkat aset bertambah bisa beli tanah atau rumah sehingga sudah bankable baru masuk ke pembiayaan." tandasnya.

BRI hari ini menggelar acara Green Festival yang dihadiri ribuan millenial. Acara tersebut rencananya akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Rini Soemarno.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading