Bank BRI Raih Laba Rp 32,4 T pada 2018

News - Advertorial, CNBC Indonesia
31 January 2019 00:00
Bank BRI Raih Laba Rp 32,4 T pada 2018
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berhasil meraih laba sebesar Rp 32,4 triliun pada 2018, tumbuh 11,6% dibandingkan pada 2017. Raihan laba 2018 membuat Bank BRI mempertahankan predikat sebagai bank paling menguntungkan di Indonesia.

Pencapaian laba pada 2018 didukung oleh pendapatan berbasis komisi (fee based income)yang tumbuh 22,7% menjadi Rp 23,4 triliun dari setahun sebelumnya tercatat Rp 19,1 triliun. Sementara itu pendapatan bunga bersih (net interest margin) mencapai Rp 78,61 triliun.

Direktur Utama Bank BRI Suprajarto mengatakan pendorong profit juga disebabkan oleh peningkatan efisiensi yang tercermin dari menurunnya rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO). BOPO pada akhir 2018 tercatat 70%, turun 70 basis poin dari setahun sebelumnya.


"Kinerja keuangan BRI tumbuh berkelanjutan ditopang sektor UMKM. Pertumbuhan positif dan sustainable dengan UMKM sebagai core. Hal tersebut menjadikan BRI bank UMKM terbesar di Indonesia," ujar Suprajarto dalam paparan kinerja BRI 2018 di Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Selain bank yang paling menguntungkan, Bank BRI juga mempertahankan predikat bank terbesar di Indonesia dari sisi aset. Bank BRI mencatatkan aset pada akhir 2018 sebesar Rp 1.296,9 triliun, naik 15,2% dari setahun sebelumnya yang tercatat Rp 1.126,2 triliun.

Hal tersebut didorong oleh peningkatan portofolio kredit sebesar 14,1% menjadi Rp 843,6 triliun. Segmen kredit UMKM masih mendominasi dengan portofolio kredit sebesar 76,5% atau setara dengan Rp 645,7 triliun. Kredit UMKM tersebut tumbuh 15,5% sepanjang 2018.

Penyaluran kredit juga cukup terjaga yang tercermin pada rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) mencapai 2,27%, jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata industri November 2018 sebesar 2,67%. Sementara NPL coverage Bank BRI naik menjadi 186,1% dari 182%.

Bank BRI juga mencatatkan performa positif pada penghimpunan danak pihak ketiga (DPK) yang tercermin dari rasio dana murah (current account saving account) naik jadi 61% dari sebelumnya 59%. DPK yang dikelola BRI pada akhir 2018 tercatat Rp 944,3 triliun, tumbuh 12,2% dari setahun sebelumnya yang tercatat Rp 841,7 triliun.

Suprajarto menambahkan Bank BRI tetap berkomitmen untuk memberdayakan UMKM dalam rangka mendorong ekonomi kerakyatan, terutama dalam penyaluran kredit usaha rakyat. "Bank BRI berhasil menyalurkan KUR Rp 80,2 triliun kepada 3,9 juta debitur hingga triwulan IV-2018," ujarnya.

Hal ini memantapkan posisi BRI sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia dengan portofolio 64,9 % dari target penyaluran KUR nasional sebesar Rp 123,56 triliun. Sementara total penyaluran KUR sejak 2015 hingga 2018 mencapai Rp 235,4 triliun.

"Tahun ini kami siap dan berkomitmen menyalurkan KUR 60% ke sektor produksi," ujarnya.

[Gambas:Youtube]

(adv/adv)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading