Internasional

Ekonomi Global Melambat, Ini Proyeksi Harga Emas di 2019

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
30 January 2019 18:24
Ekonomi Global Melambat, Ini Proyeksi Harga Emas di 2019
Jakarta, CNBC Indonesia - Kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global dan kemungkinan penghentian sementara siklus pengetatan moneter Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan membuat harga emas terus naik di 2019, menurut hasil jajak pendapat Reuters, Selasa (29/1/2019).

Namun, harga logam mulia itu nampaknya akan cukup sulit untuk menembus melewati harga tertinggi yang dicetaknya baru-baru ini.

Hasil survei terhadap 36 analis dan trader menunjukkan harga perkiraan rata-rata untuk emas akan naik kembali menjadi US$1.305 (sekitar Rp 18,5 juta) per troy ounce di 2019, naik sekitar 3% dari harga rata-rata tahun lalu dan lebih tinggi dari perkiraan dalam jajak pendapat yang sama tiga bulan lalu.


Survei itu memproyeksikan harga akan berada di rata-rata US$1.350 pada 2020, tepat di bawah harga tertingginya, yaitu US$1.374,91 pada 2016 dan US$1.366,07 tahun lalu.



Pada tahun 2018, harga emas mengalami penurunan tahunan pertama dalam tiga tahun, karena pasar saham yang melonjak dan tingkat suku bunga AS yang lebih tinggi menawarkan imbal hasil yang lebih baik bagi investor di sektor lain. Sementara itu, dolar AS yang lebih kuat membuat emas lebih mahal untuk pembeli yang tidak menggunakan mata uang itu.

Tetapi harga logam mulia telah naik cukup kuat sepanjang tahun ini dan mencapai harga tertinggi dalam tujuh bulan. Harga emas kini berada di kisaran level teknis penting di US$1.300.

"Perlambatan kenaikan suku bunga The Fed, mungkin akan melemahkan atau setidaknya tidak menguatkan dolar AS, koreksi saham AS lebih lanjut dan ketidakstabilan geopolitik yang sedang berlangsung, sedang membangun badai sempurna (untuk menaikkan harga emas)," kata Frederic Panizzutti dari MKS, dilansir dari Reuters.

Menurunnya pertumbuhan di China dan di negara lain, dan perang dagang AS-China telah menjatuhkan pasar saham dunia dari rekor tertinggi tahun lalu dan semakin meningkatkan kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Hal ini membangkitkan kembali minat pada emas sebagai instrumen investasi yang aman.

Sementara itu, para ekonom mengatakan Federal Reserve AS akan memperlambat laju kenaikan suku bunga, dan ahli strategi mata uang yang disurvei oleh Reuters percaya bahwa reli dolar sebagian besar telah berakhir.

Ekonomi Global Melambat, Ini Proyeksi Harga Emas di 2019Foto: Infografis/Tips Investasi Emas/Arie Pratama

Spekulan juga berpandangan positif, di mana pada bulan Desember di bursa Comex ada lebih banyak pelaku pasar yang percaya bahwa harga akan naik ketimbang turun.

"Kami melihat emas dalam pemulihan jangka panjang. Fase pertama, didorong oleh normalisasi sentimen di pasar berjangka, yang tampaknya akan selesai dan konsolidasi jangka pendek terlihat memungkinkan," kata analis Julius Baer, Carsten Menke.



"Fase kedua, ditandai dengan melemahnya dolar AS, harusnya dimulai sekitar pertengahan tahun ini, diikuti oleh fase ketiga pengembalian permintaan safe-haven begitu pertumbuhan dan kekhawatiran inflasi merambat ke pasar keuangan awal dekade berikutnya," katanya, mengutip Reuters.

Emas sering dianggap sebagai perlindungan terhadap inflasi yang mengikis nilai aset lainnya.


Simak video mengenai kilau harga emas di tahun Babi Tanah berikut ini.

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading