Shutdown Masih Berlanjut, Dow Jones Akan Anjlok 132 Poin

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
22 January 2019 21:10
Shutdown Masih Berlanjut, Dow Jones Akan Anjlok 132 Poin
Jakarta, CNBC Indonesia - Wall Street akan dibuka melemah pada perdagangan hari ini. Kontrak futures Dow Jones mengimplikasikan penurunan sebesar 132 poin, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite diimplikasikan turun masing-masing sebesar 17 poin dan 58 poin.

Revisi ke bawah atas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia oleh International Monetary Fund (IMF) menjadi momok bagi Wall Street. IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini menjadi 3,5%, dari yang sebelumnya 3,7% pada proyeksi bulan Oktober. Untuk tahun 2020, pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan sebesar 3,6%, turun dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 3,7%.

Perlambatan ekonomi di zona euro menjadi menjadi salah satu faktor dari diturunkannya proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia oleh IMF. Pada tahun ini, perekonomian zona euro diproyeksikan hanya tumbuh sebesar 1,6%, dari yang sebelumnya 1,9%.


Walaupun proyeksi pertumbuhan ekonomi AS tak dipangkas oleh IMF, dampaknya tetap saja dirasakan oleh Wall Street. Pasalnya, jika ekonomi negara-negara Eropa yang merupakan mitra dagang pentingnya tumbuh melambat, pastilah perekonomian AS juga akan merasakan tekanan.

Bukan tak mungkin proyeksi pertumbuhan ekonomi AS akan ikut direvisi ke bawah nantinya, apalagi jika mengingat bahwa perang dagang dengan China belum bisa diselesaikan secara permanen.

Selain itu, Wall Street juga mendapatkan tekanan dari penutupan sebagian pemerintahan AS (partial government shutdown) yang belum saja usai. Hingga kini, shutdown sudah berlangsung selama 31 hari, menjadikannya yang terpanjang di era modern.

Belum lama ini, pemerintahan Presiden Donald Trump memproyeksikan bahwa kerugian akibat shutdown adalah dua kali lebih besar dari yang diekspektasikan sebelumnya, menurut seorang sumber dari kalangan pemerintahan yang tak ingin disebutkan namanya, seperti dikutip dari CNBC International.

Pada awalnya, pemerintah memproyeksikan bahwa shutdown akan memangkas pertumbuhan ekonomi sebesar 0,1% setiap 2 minggu. Kini, diproyeksikan bahwa setiap minggunya shutdown akan membuat pertumbuhan ekonomi terpangkas sebesar 0,1%. Ini artinya, setidaknya 0,4% sudah menguap dari pertumbuhan ekonomi AS.

Hingga kini, belum ada tanda-tanda bahwa pemerintahan AS akan segera beroperasi secara penuh.

Pada pukul 22:00 WIB, data penjualan hunian bekas periode Desember 2018 akan diumumkan. Tidak ada anggota FOMC yang dijadwalkan berbicara pada hari ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/ank)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading