Bos PGN Buka-Bukaan Soal Kabar Integrasi Saka ke Pertamina

Market - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
18 January 2019 12:20
Bos PGN Buka-Bukaan Soal Kabar Integrasi Saka ke Pertamina
Jakarta, CNBC Indonesia- PT Perusahaan Gas Negara/PGN Tbk (PGAS) tengah menimbang untuk mengintegrasikan anak usahanya yakni Saka Energi Indonesia, dengan PT Pertamina (Persero) di sektor hulu migas.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan, saat ini pihaknya sedang dalam tahap melakukan pembicaraan terkait hal tersebut.




"Masih dibicarakan, jika sudah ada informasi lebih lanjut saya akan update lagi," ujar Gigih kepada CNBC Indonesia saat dihubungi Jumat (18/1/2019)

Sebelumnya, dalam rapat dengan Komisi VII DPR, Kamis (17/1/2019) kemarin, Gigih mengatakan, akan melepas Saka Energi Indonesia jika Pertamina ingin mengambil anak usahanya yang bergerak di bidang hulu migas ini.

Alasannya bisnis yang dijalankan oleh Saka Energi adalah bisnis hulu, sehingga aset-aset yang dimilikinya bisa diintegrasikan dengan aset Pertamina lainnya.

Gigih menuturkan, pihaknya menilai jika ada integrasi antara Saka Energi dan Pertamina maka proses bisnisnya akan menjadi lebih efisien. Ditambah lagi saat ini perusahaan memang sudah tak bisa lagi menjalankan bisnis di sektor hulu.

"Kita kan tidak boleh lagi upstream, yaudah Pertamina ambil aja. Bisa company-nya bisa asetnya, tapi kalau asetnya diambil tapi company-nya kosong. Sebaiknya pemegang sahamnya saja yang berubah. Kalau sekarang PGN 100%, jadi bisa Pertamina 100%," kata Gigih kepada CNBC Indonesia di kawasan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (17/1).

Namun, saat ini PGN masih memiliki Saka, dengan alasan untuk memperbaiki kinerja Saka terlebih dahulu, agar ketika dilepas nanti, valuasi Saka Energi bisa tinggi.

Adapun, perbaikan kinerja Saka difokuskan pada parameter-parameter, seperti tingkat produksi, cost per barel, dan reserve replacement ratio.

"Kalau kinerja Saka jelek, nanti siapa yang mau beli? Betulin dulu, biar kalau dijual tidak rugi," kata Gigih.

(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading