Analisis Teknikal

Jelang Voting Mosi Tidak Percaya PM Inggris, Dolar AS Terbang

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
16 January 2019 - 20:04
Jelang Voting Mosi Tidak Percaya PM Inggris, Dolar AS Terbang
Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) mulai bangkit jelang voting pemungutan suara atas mosi tidak percaya parlemen Inggris terhadap Pemerintahan Theresa May.

Penguatan dolar AS terhadap mata uang kuat dunia lainnya dicerminkan oleh indeks dolar (DXY). Hingga pukul 19:37 WIB posisi dolar indeks menguat 0,03% di level 96.067.

Mata uang euro yang memiliki komposisi paling besar dalam indeks dolar. Hingga berita ini dimuat euro mengalami pelemahan sebesar 0,16% ke level 1.1396 hingga pukul 14:35 WIB. Euro merupakan mata uang tunggal negara Eropa yang tergabung dalam euro zone.


Secara teknikal, posisi euro cenderung melemah terhadap dolar AS. Terlihat dari posisinya yang bergerak di bawah nilai rata-ratanya selama lima hari (moving average/MA5).
Jelang Voting Mosi Tidak Percaya PM Inggris Dolar AS TerbangSumber: Refinitv
Ruang pelemahannya masih terbuka mengingat pada posisi netral dan cukup jauh dari wilayah jenuh jualnya (oversold), berdasarkan indikator teknikal stochastic slow.

Tren pergerakan euro sedang bergerak menyamping (sideways) dalam beberapa minggu terakhir, level penghalang kenaikannya (resistance) berada di level 1.154, sedangkan level penurunannya (support) berada di level 1.310.

Jeremy Corbyn, Pemimpin Partai Buruh, rencananya akan berbicara di depan parlemen pada pukul 13:00 GMT. Kemudian May akan menanggapi, dan debat rencananya selesai pada pukul 19:00 GMT.

Seusai debat, parlemen akan menggelar pemungutan suara untuk menentukan nasib pemerintahan May. Hasil voting diperkirakan keluar pada pukul 19:15 GMT.

Sembari menunggu perkembangan dari Inggris, pelaku pasar pun enggan mengambil risiko. Aset aman seperti yen Jepang kebanjiran permintaan, menandakan investor sedang dalam mode risk aversion. 

TIM RISET CNBC INDONESIA



(yam/yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading