Jadi Idola Asing, Saham Telkom Terus Diburu

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
11 January 2019 17:35
Jadi Idola Asing, Saham Telkom Terus Diburu
Jakarta, CNBC Indonesia - Investor asing terus aktif masuk ke pasar saham pada perdagangan hari ini. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menjadi saham yang paling banyak diborong investor.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) nilai beli bersih (net buy) investor asing pada saham Telkom tercatat mencapai Rp 221,98 miliar. Jauh di atas akumulasi beli saham-saham lain yang dibeli investor asing.

Saham Telkom dari awal tahun ini tercatat paling banyak diborong investor asing dengan total nilai Rp 664,81 miliar.

Hingga penutupan perdagangan hari ini, harga saham Telkom tercatat naik 1,58% ke level Rp 3.860/saham. Total volume perdagangan mencapai 128,22 juta saham senilai Rp 491,58 miliar.


Untuk hari ini, total net buy investor asing di pasar modal Indonesia mencapai Rp 814,37 miliar di pasar saham tanah air.

Saat ini operator telekomunikasi sedang bersaing mengembangkan layanan 4G di luar wilayah Jawa. Ini membuat dampak positif terhadap peningkatan konsumsi data perusahaan.

Peningkatan konsumsi data penting untuk mengembalikan pertumbuhan pada 2019. Pertumbuhan tersebut sudah mulai tampak pada kuartal III-2018. Pertumbuhan atau migrasi pelanggan, khusus untuk data akan lebih cepat 2019.

Dari Telkom, kontribusi pendapatan dari seluler melalui anak usaha Telkomsel mencapai 54%.

Selain itu, ada wacana BUMN akan berkolaborasi untuk menyempurnakan layanan digital. Salah satunya dengan membentuk perusahaan teknologi keuangan (fintech).

Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Kartika Kartika Wirjoatmodjo mengatakan dari sisi sistem pembayaran (payment) ada rencana Himpunan Bank Umum Milik Negara (Himbara), Telkom dan Pertamina membentuk fintech.

Selain saham Telkom, 4 besar saham yang diburu investor asing adalah: PT Bank Mandiri Tbk/BMRI (Rp 148,09 miliar), PT Bank Central Asia Tbk/BBCA (Rp 135,53 miliar), PT Bank Negara Indonesia Tbk/BBNI (Rp 134,9 miliar), dan PT Astra International Tbk/ASII (Rp 84,94 miliar). (hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading