Lelang Sukuk Negara Perdana Diprediksi Ramai

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
08 January 2019 11:07
Jumlah tersebut lebih ramai dibanding rerata minat dalam lelang SBSN sepanjang 2018 yang hanya Rp 12,75 triliun per lelang.
Jakarta, CNBC Indonesia - Lelang perdana surat berharga syariah negara (SBSN/sukuk negara) tahun ini diprediksi banya diminati investor. Nilai penawaran yang masuk diperkirakan bisa mencapai Rp 15 triliun-Rp 35 triliun. 

Jumlah tersebut lebih ramai dibanding rerata minat dalam lelang SBSN sepanjang 2018 yang hanya Rp 12,75 triliun per lelang. 

Siang ini, akan digelar lelang SBSN yang terdiri dari satu seri surat perbendaharaan negara (SPN) syariah dan empat sukuk berbasis proyek (project based sukuk/PBS) dengan target indikatif Rp 8 triliun. 


Analis Fixed Income PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Dhian Karyantono dalam risetnya memprediksi jumlah penawaran yang akan masuk Rp 15 triliun-Rp 25 triliun, sedangkan Head of Fixed Income Research PT MNC Sekuritas I Made Adi Saputra memprediksi permintaan dalam lelang akan mencapai Rp 25 triliun-Rp 35 triliun. 

Dhian memprediksi tingkat imbal hasil (yield) wajar seri PBS019 yang bertenor 4 tahun akan berada pada 7,81%-7,87%, sedangkan Made memprediksi yield wajar untuk SBSN tersebut dalam lelang adalah 8,09%-8,18%.   

SBSN adalah surat berharga negara (SBN) yang menggunakan kontrak berdasarkan prinsip syariah. Pagi ini, pasar surat berharga negara (SBN) rupiah domestik konvensional yaitu surat utang negara (SUN), sedang menguat di tengah sentimen positif damai dagang China-AS dan diperkuat oleh data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) serta data cadagang devisa valas yang naik.

Seri SBSNPrediksi Mirae Asset SekuritasPrediksi MNC Sekuritas
SPN-S 090720196.53125% - 6.65625%6.71875% - 6.81250%
PBS0147.8125% - 7.875% 7.75% - 7.84375%
PBS0198.09375% - 8.15625% 8.09375% - 8.1875%
PBS0218.3125% - 8.4375%8.21875% - 8.3125%
PBS022 8.53125% - 8.625%8.40625% - 8.5% (kupon 8.375%)
PermintaanRp 15 triliun-Rp 25 triliunRp 25 triliun-Rp 35 triliun
Sumber: Refinitiv    

TIM RISET CNBC INDONESIA
(irv/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading