China Pangkas Kuota Impor Minyak di 2019

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
02 January 2019 20:40
China pangkas jatah impor minyak di periode pertama 2019
Singapura, CNBC Indonesia- Sinyal perlambatan ekonomi negeri tirai bambu semakin kuat dengan dirilisnya kuota impor minyak yang menurun dibanding tahun lalu.

Dikutip dari Reuters, Kementerian Perdagangan China menyetujui impor untuk mengisi kilang-kilang minyak di negeri tersebut sebanyak 89,84 juta ton untuk periode pertama di 2019.


Jumlah ini merosot 26% dibanding jatah impor di periode serupa tahun lalu, yang mencapai 121,32 juta ton.


Jatah impor di periode awal ini diberikan kementerian ke 58 perusahaan. Sebagaimana diungkap oleh empat sumber Reuters yang memiliki akses ke dokumen tersebut, Rabu (2/1/2019).

Meski begitu, Beijing masih tidak menutup kemungkinan kuota impor ini bisa bertambah jelang akhir-akhir tahun atau di batch kedua. Turunnya kuota impor minyak China jelas membuat pasar khawatir, mengingat negeri ini merupakan importir minyak terbesar di dunia.

"Pasar, secara umum, tidak memiliki prospek optimis untuk impor. Saya pikir penurunan kuota kemungkinan untuk mengurangi pertumbuhan impor minyak mentah China di enam bulan pertama," kata Zhou Guoxia, seorang analis minyak mentah di perusahaan konsultan JLC.

Jatah impor kilang swasta di periode awal ini hanya 70,65 juta ton, turun 20% dibanding tahun lalu. Masih menurut dokumen dan data Reuters. Penurunan ini mengikuti konsumsi yang trennya menurun dari kuota 2018, kata Seng Yick Tee, analis di SIA Energy yang berbasis di Beijing.

Kilang hanya mengolah 71% dari kuota yang dialokasikan antara Januari dan Oktober 2018, periode yang digunakan pemerintah untuk menentukan kuota untuk batch pertama 2019, kata Tee.

Salah satu dari empat sumber yang paham tentang kuota, yang bekerja untuk kilang China swasta, mengatakan mereka menerima sekitar sepertiga dari kuota tahunannya dalam batch pertama dan mengharapkan untuk mendapatkan sisanya dalam batch kedua, yang biasanya dikeluarkan Beijing sekitar bulan September.

Namun secara keseluruhan, akan beroperasinya kilang baru di China pada 2019 diperkirakan bisa meningkatkan impor minyak mentah hingga menyentuh rekor baru, menambahkan 630.000 barel per hari dari permintaan baru.

"Kami tidak melihat dampak besar pada keseluruhan impor minyak mentah China pada tahun 2019 karena pertumbuhan impor sebagian besar disumbang oleh kilang petrokimia besar dan kilang perusahaan minyak nasional," kata Tee dari SIA Energy.

Dalian Hengli Petrochemical dan Zhejiang Petrochemical, akan mengoperasikan kilang baru pada tahun 2019, masing-masing menerima kuota 4 juta ton, menurut dokumen yang ditinjau oleh Reuters.
(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading