Anies Baswedan Dorong Bank DKI IPO Tahun Ini

Market - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
02 January 2019 11:47
Anies Baswedan Dorong Bank DKI IPO Tahun Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk mencatatkan saham Bank DKI di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui initial public offering (IPO) kembali bergulir. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan rencana tersebut mudah-mudahan bisa dilakukan tahun ini.

"Mudah-mudahan (bisa IPO tahun ini)," ujar Anies di Gedung Bank Indonesia, Rabu (2/1/2019).

Anies Baswedan menambahkan pemprov berharap proses IPO bisa lebih cepat dan fungsi bank DKI sebagai salah satu fasilitator pembangunan di Jakarta berjalan dengan baik.


"Karena kita tahun begitu banyak pendanaan di Jakarta yang selama ini justru menggunakan bank-bank lain. Bank DKI harus bisa berperan lebih besar, itu artinya fungsi pemprov untuk Bank DKI akan kita perbesar. Tata kelolanya akan kita perbaiki," tambah Anies.

Direktur Keuangan Bank DKI Jakarta Sigit Prastowo menambahkan untuk waktu pelaksanaan IPO, Bank DKI harus berkoordinasi dulu dengan Mandiri Sekuritas, RHB Sekuritas dan Trimegah Sekuritas dan kondisi pemilihan umum (pemilu).

"Timmingnya sangat memperhatikan kondisi pasar. Kita masih menunggu pemilu dan sekiranya nanti kondisinya bagus tidak ada pengaruh tentu kita segera melakukan proses itu tetapi proses persiapakn sudah mulai kita jalankan," jelas Sigit.

Sayang Sigit belum mau menjelaskan jumlah saham yang dilepas dengan alasan masih digodok dan didiskusikan dengan Gubernur DKI.

"Kalau konteks kebutuhan pendanaan sebetulnya saat ini kita masih cukup jadi kita lebih banyak ke aspek bagaimana kita meningkatkan tata kelola dan keterbukaan sehingga kita lebih baik, jadi bukan karena kebutuhan permodalan," tambahnya.

Tahun ini, Bank DKI Jakarta menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 13-14% di atas target perbankan sebesar 11-13%. Manajemen mengklaim tahun lalu kredit Bank DKI sudah tumbuh 25%.

Asal tahu saja, pengkajian IPO Bank DKI sudah dilakukan sejak 2015 silam dengan target pelaksanaan 2018. Namun rencana tersebut tertunda karena manajemen melakukan bersih-bersih kredit bermasalah.

Saat ini Pemprov DKI merupakan pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 99,98%. Sisanya, PD Pasar Jaya mengempit 0,02%.


(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading