Internasional

Jadi Sasaran Kekesalan Trump, Bagaimana Nasib Bos The Fed?

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
27 December 2018 12:32
Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett mengatakan Presiden Donald Trump tidak berniat memecat Gubernur The Fed Jerome Powell.
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah berulang kali melontarkan kritik tajamnya kepada bank sentral Federal Reserve, terutama pada sang orang nomor satu di lembaga itu, Jerome Powell.

Ia juga dikabarkan telah membahas kemungkinan pemecatan Powell.


Namun, penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett pada Rabu (26/12/2018) mengatakan sang presiden tidak berniat memecat gubernur The Fed tersebut meskipun ada kritikan terhadap bank sentral.


"Ya, tentu saja, 100%," kata Hassett ketika ditanya di televisi ABC mengenai apakah Gubernur The Fed Jerome Powell akan tetap memegang jabatannya, dilansir dari AFP.

Sebelumnya, Morgan Stanley mengatakan presiden AS tidak memiliki wewenang untuk memecat bos The Fed.

Jadi Sasaran Kekesalan Trump, Bagaimana Nasib Bos The Fed?Foto: CNBC Indonesia/ Edward Ricardo

"Presiden dapat mencalonkan pejabat. Tetapi setelah gubernur dikonfirmasi, presiden keluar dari itu dan satu-satunya cara Anda dapat memecat pejabat dari kantornya secara harfiah hanya jika mereka melanggar hukum," kata Ellen Zentner, kepala ekonom Morgan Stanley, dilansir dari CNBC International, Kamis (29/11/2018).

"Kongres harus menemukan alasan untuk memecatnya melalui pemungutan suara dan prosedur," ujarnya.


Hukum AS mengatakan pejabat The Fed dan orang-orang dari lembaga independen lainnya dapat "dipecat karena sebuah alasan," menurut laporan oleh The Washington Post, Rabu. "Alasan" tersebut lebih dari sekadar ketidaksepakatan kebijakan dengan presiden, tambah the Post.


Sejauh ini, tidak ada gubernur The Fed yang dicopot oleh seorang presiden, menurut the Post.

Trump telah berulang kali menjadikan Powell sebagai sasaran tembak karena ketidaksukaannya pada kebijakan bank sentral yang terus mengetatkan suku bunga. Terbaru, sang mantan taipan itu mengatakan satu-satunya masalah ekonomi AS adalah The Fed.

Ia juga menyatakan bahwa The Fed terlalu cepat menaikkan suku bunganya.


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading