Apa Kata OJK Soal 'Gosip' BRI Ambil Alih Jiwasraya?

Market - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
19 December 2018 19:29
Apa Kata OJK Soal 'Gosip' BRI Ambil Alih Jiwasraya?
Jakarta, CNBC Indonesia - Beredar kabar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) akan diambil alih oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Walaupun masih sekadar gosip yang beredar, bagaimana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi kabar tersebut?

"Jadi kalau ditanya apakah BRI bantu, kita belum tahu juga karena BRI kan juga punya asuransi (BRI Life). Jadi nanti apa bentuknya kami belum tahu," kata Kepala Eksekutif Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riswinandi dalam konferensi pers akhir tahun OJK di Gedung OJK, Rabu (19/12/2018).

"Kita tunggu alternatif-alternatif kalau ada corporate action tentu akan dilaporkan ke regulatornya," papar Riswinandi.


Sebagai informasi, pada 1 Oktober 2018, manajemen mengumumkan soal adanya tekanan likuiditas yang membuat Jiwasraya menunda pembayaran polis jatuh tempo produk bernama saving plan. Total pembayaran polis yang tunda mencapai Rp 802 miliar.

Apa Kata OJK Soal 'Gosip' BRI Ambil Alih Jiwasraya?Foto: Riswinandi (Kiri)


Saving plan merupakan produk asuransi unit link yang menawarkan proteksi sekaligus investasi. Produk ini dijual melalui kanal distribusi perbankan atau bancassurance.

Sebagaian besar dana produk ini diinvestasikan di pasar modal. Masalahnya pasar saham volatil yang membuat kinerja imbal hasil investasi tertekan. Sementara itu, manajemen menjanjikan imbal hasil yang lumayan untuk produk ini.

Dalam kondisi bursa saham volatil, Jiwasraya tidak bisa melakukan cut loss. Jika melakukan hal tersebut maka Jiwasraya akan berhadapan dengan hukum karena dianggap melakukan kegiatan yang merugikan negara.

Kementerian BUMN pun memutuskan untuk melakukan audit investigasi atas masalah ini. Kementerian BUMN juga meminta direksi Jiwasraya untuk bisa mencari strategic plan ataupun investor yang mampu membantu keuangan Jiwasraya.

Namun sayangnya belum ada laporan ke OJK mengenai investor strategis tersebut. "Sejauh ini belum ada," tutup Riswinandi.



(dru/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading