Internasional

Saham SoftBank Anjlok saat Debut, Sesuatu yang Jarang Terjadi

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
19 December 2018 16:48
Saham SoftBank Corp merosot lebih dari 12% pada debut hari pertamanya di pasar saham Jepang.
Tokyo, CNBC Indonesia - Saham SoftBank Corp merosot lebih dari 12% pada debut hari pertamanya di pasar saham Jepang, Rabu (19/12/2018).

Ini dikarenakan minat investor terhadap penawaran umum perdana saham (IPO) terbesar di Jepang itu telah terkikis oleh pemutusan layanan baru-baru ini yang melanda operator telekomunikasi tersebut. Investor juga mengkhawatirkan keterkaitan perusahaan dengan pembuat peralatan telekomunikasi China, Huawei.

Saham SoftBank Anjlok saat Debut, Sesuatu yang Jarang TerjadiFoto: Presiden dan CEO SoftBank Corp Ken Miyauchi (REUTERS/Issei Kato)

Awal yang buruk bagi unit bisnis telekomunikasi milik raksasa investasi SoftBank Group Corp itu berarti bahwa bagi investor ritel Jepang, kekhawatiran investor terhadap perusahaan dan pasar telekomunikasi negara itu telah mengalahkan daya tarik pendiri karismatik Masayoshi Son.


Debut seperti itu juga jarang terjadi di pasar IPO Jepang. Dari 82 IPO sejauh tahun ini, IPO SoftBank Corp senilai US$23,5 miliar (sekitar Rp 339 triliun) menjadi yang ketujuh yang dibuka di bawah harga penawaran. Di antara IPO besar baru-baru ini, Japan Display adalah satu-satunya yang gagal, menderita penurunan dalam debutnya di tahun 2014.


"Ada gangguan di jaringannya awal bulan ini serta masalah Huawei. Belum ada kabar baik yang melibatkan SoftBank baru-baru ini," kata Tetsuro Ii, chief executive officer di Commons Asset Management, dilansir dari Reuters.

Saham SoftBank Corp jatuh sebesar 1,315 yen pada awal sore, atau 12,3% lebih rendah dari harga IPO-nya yang sebesar 1.500 yen. Sahamnya dibuka dengan harga 1.463 yen.

Saham SoftBank Corp adalah yang paling banyak diperdagangkan di sesi utama Bursa Efek Tokyo.

Saham SoftBank Group turun 0,7% dan bursa Tokyo yang lebih luas Topix turun 0,6%.

CEO SoftBank Corp Ken Miyauchi akan mengadakan konferensi pers hari ini.

IPO ini hanya sedikit di bawah IPO rekor dunia senilai US$25 miliar dari raksasa e-commerce China Alibaba Group Holding Ltd pada tahun 2014, yang merupakan sebuah perusahaan dalam portofolio SoftBank Group.

SoftBank Group mengumpulkan 2,65 triliun yen (US$ 23,5 miliar) dalam IPO. Ini adalah tonggak penting dalam transformasi konglomerat utamanya untuk menjadi investor teknologi global.

Selama periode IPO, penyedia jaringan telepon seluler terbesar ketiga Jepang berdasarkan jumlah pelanggannya itu mengalami pemadaman layanan nasional yang langka, yang dikatakan perusahaan tidak akan memengaruhi pendapatan atau dividen.

Menambah kekhawatiran investor, hubungan SoftBank Corp dengan Huawei Technologies Co Ltd menjadi sorotan ketika pemerintah di seluruh dunia bergerak untuk menutup perusahaan China akibat adanya kekhawatiran peralatannya dapat memfasilitasi mata-mata China.

Saham SoftBank Anjlok saat Debut, Sesuatu yang Jarang TerjadiCEO SoftBank Masayoshi Son (Foto: REUTERS/Brendan McDermid)

SoftBank Corp, yang memiliki paparan paling besar terhadap Huawei di antara perusahaan telekomunikasi Jepang, berencana untuk mengganti peralatan jaringan 4G yang disediakan Huawei dengan perangkat keras pemasok lain, kata dua sumber, dalam proses yang mungkin memakan waktu dan mahal.

Bahkan sebelum SoftBank memulai proses IPO pada bulan November, ada ketidakpastian atas prospek pertumbuhan industri nirkabel Jepang setelah pemerintah mengatakan ada ruang bagi operator untuk memotong biaya hingga 40%.

Sebagai tanggapan, Son telah mengatakan SoftBank akan meningkatkan otomatisasi dan mengurangi jumlah karyawan di operasi ponselnya sebesar 40% selama dua hingga tiga tahun ke depan, dengan fokus pada area pertumbuhan baru.

Perusahaan telah mulai mengalihkan karyawan ke perusahaan seperti PayPay, aplikasi pembayaran kode QR menggunakan teknologi dari perusahaan portofolio India Paytm yang baru-baru ini memberikan 10 miliar yen dalam kampanye pemasaran profil tinggi.

Sentimen negatif lainnya termasuk populasi lansia Jepang dan entri Rakuten ke pasar nirkabel, kata Chris Lane, analis senior di Sanford C. Bernstein, seperti dilansir dari Reuters. "Semua hal ini menunjukkan tekanan pendapatan di sisi telekomunikasi untuk semua operator, bukan hanya SoftBank," katanya.

"Jika Anda hanya melihat fundamental jangka panjang dari pasar telekomunikasi, sulit untuk membuat kasus bahwa keuntungan akan naik kecuali sesuatu yang lebih drastis terjadi," katanya.

POPULARITAS IPO

IPO sangat populer di kalangan investor ritel Jepang, yang banyak di antaranya melihat momen tersebut sebagai taruhan keuntungan yang pasti karena kecenderungan saham IPO untuk membuka perdagangan di harga yang jauh lebih tinggi daripada harga yang ditawarkan.

Dalam kasus SoftBank Corp, daya tarik tambahan adalah janjinya untuk pembayaran dividen sebesar 85%, jauh lebih tinggi daripada saingan NTT Docomo dan KDDI Corp.


"Hasil dividen sekitar 5% menarik, tetapi industri komunikasi seluler diharapkan menghadapi tantangan dari tahun fiskal berikutnya," kata Ii dari Commons Asset Management.

IPO menarik sekitar dua kali lebih banyak pesanan ritel karena jumlah saham yang ditawarkan, kata beberapa sumber di lead underwriter pekan lalu.

Masih harus dilihat apakah debut pasar SoftBank yang lemah akan berdampak negatif pada pasar IPO Jepang, di mana sebagian besar perusahaan adalah perusahaan rintisan dan permintaan kecil dapat dengan mudah membanjiri sejumlah kecil saham yang ditawarkan.

Kudan Inc, sebuah startup yang mengembangkan teknologi "persepsi buatan", memulai debutnya pada hari Rabu di bursa Mothers yang ada di di Bursa Saham Tokyo. Sahamnya tidak diperdagangkan karena limpahan pesanan pembelian.

Mothers adalah bagian pasar saham Tokyo yang mendaftar dan memperdagangkan saham-saham startup.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading