Merger BTPN-SMBCI Molor Hingga 1 Februari 2019

Market - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
12 December 2018 19:51
Merger antara PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) molor
Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana penggabungan usaha alias merger antara PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) molor. Dari semula yang direncanakan 1 Januari 2019 menjadi 1 Februari 2019.

Hal ini terungkap dari Laporan Keterbukaan Informasi Perseroan yang disampaikan ke otoritas Bursa Efek Indonesia, Rabu (12/12/2018).

"Dapat kami sampaikan perubahan tanggal efektif penggabungan yang semula tertera 1 Januari 2019 atau tanggal lain yang disetujui BTPN dan SMBCI yang merupakan tanggal pertama dari bulan sebagaimana disetujui tersebut, menjadi 1 Februari 2019 atau tanggal lain yang disetujui oleh BTPN dan SMBCI."


"Perseroan memastikan bahwa semua proses akan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku," jelas keterbukaan informasi tersebut yang ditandatangani oleh Direktur/Corporate Secretary BTPN Anika Faisal.

Untuk informasi, proses merger dilakukan setelah pemegang saham akhirnya merestui rencana penggabungan usaha pada November 2018 lalu.

"Pemegang saham sepakat untuk mempertahankan nama BTPN. Bisnis bank hasil penggabungan ini nantinya akan lebih lengkap dengan produk-produk yang semakin variatif dan mengedepankan inovasi teknologi," ujar Anika Faisal kala itu.

Dengan pemegang saham pengendali yang sama yakni Sumitomo Mitsui Bangking Corporation (SMCB) sebesar 40% di BTPN dan 98,48% di SMBCI, BTPN mulai terbentuk dan memberikan diversifikasi produk usaha mulai awal 2019 mendatang.

Bahkan, BTPN optimistis untuk melakukan ekspansi usahanya ke negara-negara di Kawasan Asia Tenggara. Merger ini akan menghasilkan entitas bank baru dengan total aset Rp 178,89 triliun.

Anika menambahkan, seiring dengan pembiayaan korporasi yang menjadi bisnis uatama SMBCI, perseroan dapat menggaet perusahaan internasional di negara-negara tersebut diluar bisnis utama pembiayaan BTPN yakni pensiunan.

Sebab paska merger tersebut, maka Bank BTPN akan menjadi bank dengan aset tersebesar kedelapan di Indonesia. BTPN melompati posisi Bank Maybank Indonesia (Rp 137,94 triliun) dan OCBC NISP (Rp 169,4 triliun.

Sebagai tambahan informasi, rencana peleburan SMBCI ke dalam BTPN tersebut diumumkan melalui prospektus yang diterbitkan oleh perusahaan pada Kamis (2/8/18).

Usai merger, perseroan juga menunjuk Direktur Utama Baru perseroan yakni Ongki Wanadjati Dana. Sedangkan Mari Elka Pangestu tetap menjabat sebagai Komisaris Utama (Independen) berdasarkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Jumat (5/7/10) kemarin.

Anika menilai, dengan adanya merger ini, maka tidak menutup kemungkinan BTPN bakal menjadi bank BUKU IV disebabkan oleh nilai modal inti perseroan yang mencapai Rp 25 triliun paska merger dilakukan. Sedangkan nilai modal inti untuk Bank BUKU IV yakni minimal Rp 30 triliun.


(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading