Rata-rata Laba BUMN Infrastruktur Naik 28,6%/Tahun

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
11 December 2018 16:18
Rinciannya, dari BUMN Bidang infrastruktur total laba bersihnya mencapai Rp 9 triliun dan bidang perumahan Rp 1 triliun.
Jakarta, CNBC Indonesia - Rata-rata pertumbuhan laba bersih yang disetahunkan (compound annual growth rate/CAGR) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor infrastruktur dan perumahan dalam enam tahun terakhir mencapai 28,6%.

Hal tersebut disampaikan Kementerian BUMN dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam materi paparannya disampaikan Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Aloysius Kiik Ro, hingga kuartal III-2018 total laba bersih BUMN yang bergerak di infrastruktur dan perumahaan mencapai Rp 10 triliun.

Rinciannya, dari BUMN Bidang infrastruktur total laba bersihnya mencapai Rp 9 triliun dan bidang perumahan Rp 1 triliun.

Hingga akhir 2018 Kementerian BUMN menargetkan total laba bersih dari BUMN dari kedua bidang tersebut mencapai Rp 14,12 triliun. Rinciannya, bidang infrastruktur Rp 11,14 triliun dan bidang perumahan Rp 2,98 triliun.


Menurut rencana kementerian BUMN akan membuat perusahaan induk (holding) perusahaan untuk kedua bidang tersebut. Adapun proses pembentukan dua holding ini akan dijalankan pada 2018-2020, sementara itu pada 2020-2022 holding akan menjalankan sejumlah rencana bisnisnya.

Pembentukan kedua holding tersebut akan memiliki empat tahapan. Pertama, yakni legalitas hukum berupa Peraturan Pemerintah sehubungan dengan penambahan penyertaan modal negara pada Hutama Karya (induk holding infrastruktur) dan Perumnas (induk holding perumahan).

Kedua, penetapan Keputusan Menteri Keuangan sehubungan dengan nilai 2 inbreng pada Hutama Karya dan Perumnas. Lantas yang ketiga, yakni penetapan akta inbreng.

Ketiga tahap tersebut ditargetkan untuk dilakukan pada Desember 2018. Sementara, tahap keempat yakni proses mengubah nama entitas anggota holding dengan menghilangkan kata "Persero" di masing-masing perusahaan anggota.
(hps/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading