Sinyal Resesi AS Masih Tekan Pasar Obligasi

Market - Irvin Avriano Arief & Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
07 December 2018 12:15
Sinyal Resesi AS Masih Tekan Pasar Obligasi Foto: Ilustrasi Obligasi (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga obligasi rupiah pemerintah kembali terkoreksi hari ini, akibat masih berbekasnya dampak dari damai dagang yang memanas di dalam serta perhatian terhadap kondisi perekonomian Amerika Serikat (AS). 

Turunnya harga surat utang negara (SUN) itu tidak seiring dengan apresiasi yang terjadi di pasar surat utang pemerintah negara berkembang yang lain.  

Data Refinitiv menunjukkan terkoreksinya harga SUN itu tercermin dari empat seri acuan (benchmark) yang sekaligus menaikkan tingkat imbal hasilnya (yield).  


Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang di pasar sekunder. Yield juga lebih umum dijadikan acuan transaksi obligasi dibanding harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka. 

SUN adalah surat berharga negara (SBN) konvensional rupiah yang perdagangannya paling ramai di pasar domestik, sehingga dapat mencerminkan kondisi pasar obligasi secara umum. 

Keempat seri yang menjadi acuan itu adalah FR0063 bertenor 5 tahun, FR0064 bertenor 10 tahun, FR0065 bertenor 15 tahun, dan FR0075 bertenor 30 tahun. 

Seri acuan yang paling terkoreksi adalah FR0064 yang bertenor 10 tahun dengan penurunan yield 7,7 basis poin (bps) menjadi 8,04%. Besaran 100 bps setara dengan 1%.  

Koreksi harga tersebut juga membuat yield FR0064 kembali menembus level psikologis 8%, sama dengan posisi 21 November. 

Seri acuan lain juga melemah yaitu seri 5 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun dengan penurunan yield sebesar 2,2 bps, 2,4 bps, dan 0,9% menjadi 7,99%, 8,22%, dan 8,35%. 

Riak-riak kecil di tengah damai dagang seperti pernyataan agresif Trump serta rilis data ketenagakerjaan AS yang di bawah ekspektasi masih berdampak pada pasar surat utang, meskipun pasar ekuitas dan pasar mata uang sudah berbalik positif.

 Yield Obligasi Negara Acuan 7 Dec 2018
Seri Benchmark Yield 6 Dec 2018 (%) Yield 7 Dec 2018 (%) Selisih (basis poin) Yield wajar IBPA 6 Dec'18
FR0063 5 tahun 7.969 7.991 2.20 7.8954
FR0064 10 tahun 7.968 8.045 7.70 7.9695
FR0065 15 tahun 8.196 8.22 2.40 8.1578
FR0075 20 tahun 8.341 8.35 0.90 8.3168
Avg movement 3.30
Sumber: Refinitiv 

Koreksi SBN hari ini juga membuat selisih(spread) obligasi rupiah pemerintah tenor 10 tahun dengan surat utang pemerintah AS (US Treasury) tenor serupa mencapai 515 bps, melebar dari posisi kemarin 500 bps.  

Yield US Treasury 10 tahun turun lagi hingga 2,89% dari posisi kemarin 2,892%. 

Terkait dengan porsi investor di pasar SBN, saat ini investor asing menggenggam Rp 899,94 triliun SBN, atau 37,92% dari total beredar Rp 2.372 triliun berdasarkan data per 3 Desember.  

Angka kepemilikannya masih negatif Rp 650 miliar dibanding posisi akhir November Rp 900,59 triliun, tetapi porsinya masih naik dari 37,85% pada periode yang sama. 

Koreksi di pasar surat utang hari ini tidak seperti penguatan yang justru terjadi di pasar ekuitas dan pasar uang.  

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,16% menjadi 6.126 hingga siang ini, sedangkan nilai tukar rupiah menguat 0,38% menjadi Rp 14.460 di hadapan tiap dolar AS. 

Pelemahan dolar AS seiring dengan turunnya nilai mata uang dolar AS di depan mata uang utama negara lain, yaitu Dollar Index yang melemah 0,04% menjadi 96,776. 

Dari pasar surat utang negara berkembang, penguatan dialami pasar Brasil, China, India, Malaysia, Singapura, Thailand, Afrika Selatan, dan Indonesia. 

Di negara maju, penguatan juga masih terjadi di pasar bund Jerman, gilts Inggris, dan Amerika Serikat.  

Kondisi tersebut mengindikasikan pelaku pasar global masih lebih memilih instrumen obligasi dibandingkan dengan ekuitas di tengah kontraksi terhadap kondisi perekonomian Amerika Serikat.

Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Negara Maju & Berkembang
Negara Yield 6 Dec 2018 (%) Yield 7 Dec 2018 (%) Selisih (basis poin)
Brasil 10.17 10.04 -13.00
China 3.329 3.32 -0.90
Jerman 0.248 0.24 -0.80
Perancis 0.663 0.668 0.50
Inggris 1.278 1.23 -4.80
India 7.425 7.404 -2.10
Italia 3.14 3.199 5.90
Jepang 0.055 0.055 0.00
Malaysia 4.083 4.081 -0.20
Filipina 7.072 7.072 0.00
Rusia 8.73 8.75 2.00
Singapura 2.24 2.239 -0.10
Thailand 2.57 2.55 -2.00
Turki 16.7 16.57 -13.00
Amerika Serikat 2.892 2.89 -0.20
Afrika Selatan 9.07 9.065 -0.50
Sumber: Refinitiv  


TIM RISET CNBC INDONESIA (irv)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading