Analisis Teknikal

Damai Dagang Bikin Dolar Kalah Lawan Mata Uang Utama

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
04 December 2018 21:21
Damai Dagang Bikin Dolar Kalah Lawan Mata Uang Utama
Jakarta, CNBC Indonesia - Situasi global dan regional yang kondusif mendukung penguatan mata uang kuat dunia. Hal ini dicerminkan dari melemahnya Indeks dolar (dollar index spot/DXY) melawan enam mata uang utama dunia. Saat ini DXY cenderung melemah di posisi 96.63.

Investor sumringah karena AS dan China sepakat untuk menempuh gencatan senjata dan menghentikan perang dagang, setidaknya sampai 90 hari terhitung mulai 1 Januari 2019.

AS tidak akan menaikkan tarif bea masuk dari 10% menjadi 25% untuk importasi produk-produk made in China sebesar US$ 200 miliar yang rencananya dilakukan pada 1 Januari 2019. Sedangkan China sepakat untuk mengimpor lebih banyak dari AS, mulai dari produk pertanian, energi, sampai manufaktur.


Washington dan Beijing juga sepakat untuk bernegosiasi seputar transfer teknologi, hak atas kekayaan intelektual, hambatan non-tarif, pencurian siber, dan pertanian. Apabila tidak ada perkembangan yang memuaskan selama 90 hari, maka kedua pihak sepakat tarif bea masuk bagi produk China ke AS akan naik dari 10% menjadi 25%.

Tim Riset CNBC Indonesia melakukan analisis secara teknikal terhadap empat mata uang utama yang menghuni DXY tersebut.

Damai Dagang Bikin Dolar Kalah Lawan Mata Uang Utama

EURO Terhadap Dolar AS
Sumber: Revinitif

Hingga berita ini dimuat, Euro terhadap dolar AS menguat 0,38% di level 1.39. Berdasarkan analisa grafik, dalam jangka pendek posisi euro cenderung menguat terhadap dolar AS.

Hal ini terlihat dari posisinya yang bergerak di atas garis rerata harganya lima hari (moving average/MA5).

Ruang kenaikannya juga masih ada, hal ini ditunjukan oleh indikator stochastic slow yang belum menyentuh wilayah jenuh beli (overbought).

Euro terhadap dolar AS berpotensi menguat menuju level resistance satu dan dua dalam jangka pendek.

Dolar AS Terhadap Yen Jepang
Sumber: Revinitif

Yen Jepang saat ini menguat 0,68% di level 112.8. Berdasarkan analisa grafik, dalam jangka pendek posisi Yen cenderung menguat terhadap dolar AS.

Hal ini terlihat dari posisinya yang bergerak di atas garis rerata harganya lima hari (moving average/MA5).

Ruang kenaikannya juga masih ada, hal ini ditunjukan oleh indikator stochastic slow yang belum menyentuh wilayah jenuh beli (overbought).

Penguatan Yen Jepang terhadap dolar AS berpotensi menuju level support satu kemudian support dua dalam jangka pendek. 

Pound Sterling Iggris Terhadap Dolar AS
Sumber: Revinitif
Saat ini Pound Sterling menguat 0,48% di level 1.278. Berdasarkan analisa grafik, dalam jangka pendek posisi Pound cenderung menguat terhadap dolar AS.

Hal ini terlihat dari posisinya yang bergerak di atas garis rerata harganya lima hari (moving average/MA5).

Ruang kenaikannya juga masih ada, hal ini ditunjukan oleh indikator stochastic slow yang belum menyentuh wilayah jenuh beli (overbought).

Penguatan pound inggris terhadap dolar AS berpotensi menuju level resistance satu kemudian resistance dua  dalam jangka pendek. 

Dolar AS Terhadap Dolar Kanada
Sumber: Revinitif

Saat ini Dolar Kanada menguat 0,01% di level 1.319. Berdasarkan analisa grafik, dalam jangka pendek posisi dolar kanada cenderung menguat terhadap dolar AS.

Hal ini terlihat dari posisinya yang bergerak di atas garis rerata harganya lima hari (moving average/MA5).

Ruang kenaikannya cukup lebar, hal ini ditunjukan oleh indikator stochastic slow yang sudah menyentuh wilayah jenuh jualnya (oversold).

Penguatan dolar kanada terhadap dolar AS berpotensi menuju level support satu kemudian support dua dalam jangka pendek. 


TIM RISET CNBC INDONESIA



(yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading